Perilaku pascapembelian
Tahap pascapembelian menentukan apakah transaksi awal berkembang menjadi kepuasan, pembelian ulang, loyalitas, keluhan, atau perpindahan merek. Kotler dan Keller (2016) menjelaskan bahwa konsumen membandingkan kinerja aktual produk dengan harapan sebelum pembelian. Jika kinerja memenuhi atau melampaui harapan, konsumen cenderung puas. Jika kinerja berada di bawah harapan, konsumen berpotensi mengalami ketidakpuasan.digilib.itb.ac+1
Engel et al. (1995) menambahkan bahwa evaluasi pascakonsumsi dapat menghasilkan respons berupa penggunaan ulang, rekomendasi positif, pengajuan keluhan, pengembalian produk, penghentian penggunaan, atau pembuangan produk.repository.up.ac+1
Dalam beberapa kasus, konsumen dapat mengalami post-purchase dissonance atau disonansi pascapembelian, yaitu rasa ragu atau tidak nyaman setelah memilih suatu produk. Kondisi ini sering muncul pada pembelian bernilai tinggi atau ketika konsumen harus menolak alternatif yang juga menarik. Organisasi dapat mengurangi disonansi melalui komunikasi pascapembelian, panduan penggunaan, jaminan, kebijakan pengembalian, layanan purnajual, dan respons keluhan yang cepat.
Implikasi penelitian
Dalam penelitian pemasaran, keputusan pembelian dapat ditempatkan sebagai variabel dependen yang dipengaruhi oleh faktor fungsional, psikologis, sosial, atau digital. Variabel yang sering digunakan antara lain kualitas produk, persepsi harga, promosi, citra merek, kepercayaan, ulasan daring, persepsi risiko, kualitas layanan, dan nilai yang dirasakan.
Contoh model konseptual:
Kualitas produk+Persepsi harga+Citra merek+Promosi→Keputusan pembelian\text{Kualitas produk} + \text{Persepsi harga} + \text{Citra merek} + \text{Promosi} \rightarrow \text{Keputusan pembelian}Kualitas produk+Persepsi harga+Citra merek+Promosi→Keputusan pembelian
Pada konteks e-commerce atau fintech, model dapat dikembangkan menjadi:
Kepercayaan+Persepsi kemudahan+Persepsi manfaat−Persepsi risiko→Keputusan penggunaan/pembelian\text{Kepercayaan} + \text{Persepsi kemudahan} + \text{Persepsi manfaat} – \text{Persepsi risiko} \rightarrow \text{Keputusan penggunaan/pembelian}Kepercayaan+Persepsi kemudahan+Persepsi manfaat−Persepsi risiko→Keputusan penggunaan/pembelian
Apabila penelitian menggunakan SEM-PLS atau CB-SEM, indikator keputusan pembelian perlu disesuaikan dengan objek penelitian. Indikator dapat mencakup kemantapan memilih produk, kemantapan memilih merek, kesediaan melakukan transaksi, pilihan saluran pembelian, ketepatan waktu pembelian, kecenderungan membeli ulang, dan kesediaan merekomendasikan. Namun, pembelian ulang dan rekomendasi sering lebih tepat diposisikan sebagai konsekuensi keputusan atau indikator loyalitas, bukan sebagai indikator keputusan pembelian awal.