Menurut David A. Aaker (2015:8) ekuitas merek ditentukan oleh tiga dimensi
atau elemen utama yaitu brand awareness, brand associations, brand loyalty.
a. Kesadaran merek
Kesadaran merek (Brand Awareness) adalah kemampuan pelanggan
untuk mengenali dan mengingat kembali sebuah merek dan mengaitkannya
dengan suatu produk tertentu. Kesadaran merek melibatkan pengakuan
merek dan ingatan tentang merek. Pengakuan merek melibatkan orang-orang
yang akan mampu mengenali merek tersebut sebagai sesuatu yang berbeda
dengan merek-merek lain, dengan mendengarnya, setelah mereka
diperkenalkan dengan merek tersebut. Logo, slogan, nama dan kemasan
yaitu identitas visual umum yang akan memfasilitasi. Sedangkan ingatan
tentang merek merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menjelaskan
seberapa baikkah orang-orang bisa mengingat nama kategori atau situasi
penggunaan. Ini penting ketika para konsumen merencanakan pembelian
kategori di muka.
b. Asosiasi merek
Asosiasi Merek (Brand associations) berkenaan dengan segala sesuatu
yang berkaitan dengan memory pelanggan terhadap sebuah merek. Karena
itu dalam asosiasi merek menurut Aaker (2015:44) “Agar benar-benar bisa
menonjol diantara merek-merek lainnya suatu merek harus mempunyai
hubungan emosional yang unik”.
Pada umumnya asosiasi merek yang membentuk brand image menjadi
pijakan konsumen dalam keputusan pembelian dan loyalitasnya pada merek
tersebut. Dalam prakteknya banyak sekali asosiasi dan variasi dari brand
association yang dapat memberikan nilai bagi suatu merek, dipandang bagi
sisi perusahaan maupun dari sisi pengguna berbagai fungsi asosiasi.
c. Loyalitas Merek
Loyalitas Merek (Brand Loyalty) adalah komitmen kuat dalam
berlangganan atau membeli kembali suatu merek secara konsisten di masa
mendatang. Konsumen yang loyal berarti konsumen yang melakukan
pembelian secara berulang-ulang terhadap merek tersebut dan tidak mudah
terpengaruhi oleh karakteristik produk, harga dan kenyamanan para
pemakainya ataupun berbagai atribut lain yang ditawarkan oleh produk
merek alternatif. Dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang benar, loyalitas
merek menjadi aset strategis bagi perusahaan.
Secara umum, langkah-langkah untuk memelihara dan meningkatkan
brand loyalty adalah dengan melakukan pemasaran hubungan (relationship
marketing), pemasaran frekuensi (frequency marketing), pemasaran
keanggotaan (membership marketing) dan memberikan hadiah (reward)
(Aaker, 2013:206)
