Menurut Kaplan dan Haenlein (2010) terdapat dua elemen di dalam social
media yang dapat dikembangkan menjadi empat dimensi yaitu media research.
(social presence, media richness) dan social processes (self presentation, self
disclosure).
a. Social presence didefinisikan oleh Short. Et. Al. (1976) dalam Kaplan dan
Hanlein (2010) sebagai kontak suara, visual maupun fisik yang terjadi ketika
terjadi proses komunikasi, menurut Kaplan dan Haenlein (2010) social
presence dipengaruhi oleh intimacy dan immediacy.
b. Media richness menurut Daft dan Lengel (1986) dalam Kaplan dan Haenlein
(2010) didasarkan pada tujuan komunikasi yaitu untuk mengurangi
ketidakjelasan dan ketidakyakinan pada saat sebuah informasi disampaikan
c. Self presentation menurut Goffman (1959) yang dikutip oleh Kaplan dan
Haenlein (2010) merupakan keinginan untuk mengendalikan kesan kepada
orang lain, pada satu sisi mempunyai tujuan untuk mempengaruhi orang lain
untuk mendapatkan keuntungan seperti menciptakan kesan positif kepada
mertua, menciptakan pencitraan yang konsisten pada satu identitas
kepribadian seperti mengenakan pakaian yang bergaya agar dipersepsikan
muda dan trendi.
d. Self disclosure menurut Kaplan dan Haenlein (2010) merupakan sebuah
langkah kritis yang penting dalam pengembangan hubungan dekat (seperti
selama pacaran) tetapi dapat terjadi antara orang asing, sebagai contoh
berbicara mengenai masalah pribadi dengan seseorang yang duduk di
sebelahnya di dalam pesawat. Self disclosure dilakukan melalui
pengungkapan diri baik sadar atau tidak sadar pembukaan informasi pribadi
(misalnya, pikiran, perasaan, suka, tidak suka) yang konsisten dengan satu
gambaran pribadi yang ingin ditampilkan
