Brand Personality


Brand personality merupakan salah satu faktor yang mendorong seseorang
untuk membeli suatu produk. Seperti manusia, brand/ merek juga memiliki
karakteristik yang berbeda – beda, seperti: elegan, natural, sederhana, mewah, unik,
lucu, dll, kemudian karakteristik brand tersebut dicocokan dengan karakteristik
konsumen sehingga hal inilah yang membuat brand personality menjadi salah satu
faktor yang mendorong minat beli konsumen. Pengertian dari brand personality
sendiri adalah bagian dari brand image yang dipegang oleh konsumen dan mengacu
pada antropomorfisasi brand, dimana atribut manusia melekat pada objek brand,
yang diperlakukan seperti orang dengan siapa mereka mungkin suka membentuk
suatu hubungan (Rutter et al., 2019)
Brand personality juga digunakan sebagai alat bagi perusahaan untuk
membedakan produk mereka dan mendapatkan peluang kompetitif. Walaupun
berada di pasar kompetitif brand personality dapat memberikan nilai tambah pada
merek yang sulit untuk diimitasi oleh kompetitor. Oleh karena itu, penting bagi
perusahaan untuk membuat brand personality, khususnya yang pada dasarnya
sudah disesuaikan dengan profil dan kepribadian target konsumen perusahaan
(Tsordia et al., 2018). Brand personality yang dikelola secara efektif dapat
meningkatkan keterikatan dan keterlibatan stakeholders (Cho & Auger, 2017).
Ketika brand personality berhasil membangun suatu hubungan dengan konsumen
berdasarkan kecocokan kepribadian mereka maka secara sistematis akan terbentuk
asosiasi merek, brand attachment, kepercayaan merek, dan loyalitas terhadap
merek tersebut (Garanti & Kissi, 2019)