Menurut Ikhsan (2009:49-50) Akuntansi manajemen lingkungan
merupakan sub bagian dari akuntansi lingkungan yang digunakan untuk
menyediakan informasi dalam pengambilan keputusan suatu organisasi,
walaupun informasi yang dihasilkan untuk tujuan yang lain, seperti pelaporan
ekternal, dengan pelaporan dan pengiriman informasi tentang: a.) Informasi
berdasarkan arus bahan dan energi b.) informasi biaya lingkungan c.) Informasi
lainnya yang terukur, dibentuk berdasarkan akuntansi manajemen lingkungan
untuk pengambilan keputusan bagi perusahaan.
Menurut pernyataan IFAC (2005:13) pengertian Akuntansi manajemen
lingkungan atau environmental management accounting (EMA) adalah:
“akuntansi manajemen lingkungan merupakan istilah yang digunakan
dalam sejumlah konteks yang berbeda termasuk:
1. Penilaian dan pengungkapan informasi keuangan terkait lingkungan
dalam konteks akuntansi dan pelaporan keuangan
2. Penilaian dan penggunaan informasi fisik dan moneter yang berkaitan
dengan lingkungan dalam konteks akuntansi manajemen lingkungan
(AML)
3. Estimasi dampak dan biaya lingkungan luar biasa, sering dianggap
sebagai full cost accounting
4. Akuntanis untuk persediaan dan arus sumber daya alam baik secara
fisik dan moneter, yaitu natural resourcing accounting (NRA)
5. Pelaporan informasi tingkat organisasi, informasi natural resource
accounting dan informasi lainnya untuk tujuan informasi keuangan
eksternal
6. Pertimbangan informasi fisik dan moneter terkait lingkungan dalam
konteks pembangungan keberlanjutan.”
The United Nations Division for Sustainable Development (UNDSD)
(2011) dalam Ikhsan (2009:54) menyediakan suatu definisi yang lain dari
akuntansi manajemen lingkungan. Definisi akuntansi manajemen lingkungan
adalah informasi yang dihasilkan dari sistem akuntansi manajemen lingkungan
untuk pengambilan keputusan internal, dimana informasi dapat berfokus secara
fisiki atau moneter. Dalam pengambilan keputusan internal tersebut terdapat
prosedul akuntansi manajemen lingkungan yang meliputi prosedur secara fisik
untuk material dan pemakian energi, arus dan sisa akhir, dan memoneterisasi
prosedur untuk biaya-biaya, penghematan dan pendapatan yang berhubungan
terhadap aktifitas-aktifitas dengan dampak lingkungan potensial.
Menurut Hansen dan Mowen (2005:778):
“Environmental Management Accounting essentially maintains that
organizations can produce more useful goods and services while
simultaneously reducing negative environmental impacts, resource
consumption, and costs”.
Akuntansi manajemen lingkungan pada dasarnya merupakan gabungan
dari informasi dari akuntansi keuangan dan akuntansi biaya untuk meningkatkan
efisiensi, mengurangi dampak dan resiko lingkungan serta mengurangi biaya
perlindungan lingkungan. (Hansen dan Mowen 2005:778)
Untuk kategori biaya tersebut berbeda dari skema biaya lingkugan
lingkungan, petunjuk diberikan berdasarkan di mana untuk menemukan mereka
dan bagaimana caranya yang sesuai dengan mereka ketika pembelanjaan atau
biaya dinilai.
