Pada konteks keterlibatan kerja yang dikemukakan oleh Rachid (2003, p.67),
kemungkinan individu untuk terlibat (involved) dengan pekerjaan tergantung pada
penerimaan bahwa pekerjaan mempunyai potensi untuk memenuhi kebutuhan yang
penting. Bila pekerjaan dirasa kurang memberikan kesempatan untuk pemenuhan
kebutuhan yang dianggap penting, maka individu akan mengembangkan suatu
kecenderungan. Kecenderungan tersebut berupa penarikan upaya kerja dan mengasingkan
diri dari pekerjaan (alienation). Pekerjaan dipandang sebagai hal yang penting dan berarti
bagi indvidu sehingga individu memberikan perhatian besar dan sangat memikirkan
pekerjaannya yang membuat individu (involved) dengan pekerjaannya. Proses tersebut
mengakibatkan pencapaian sasaran dan tujuan organisasi dan secara psikologis akan
menimbulkan rasa sukses yang akan menaikkan harga diri karyawan di mana kondisi ini
pada akhirnya akan berpengaruh terhadap peningkatan keterlibatan kerja.
