Mathis dan Jackson, Komitmen organisasional adalah yang mana karyawan
percaya dan menerima tujuan-tujuan organisasional dan akan tetap tinggal atau tidak
akan meninggalkan organisasional. Komitmen kerja sebagai istilah lain dari komitmen
organisasional. Komitmen organisasional adalah tetap mempertahankan
keanggotaannya keinginan anggota organisasi untuk dalam organisasi dan bagi
pencapaian tujuan organisasi. Komitmen organisasional mencangkup kebanggaan
bersedia berusaha keras anggota. Kesetiaan pada organisasi. Komitmen organisasional
sebagai keberpihakan terhadap organisasi dan tujuan dan loyalitas karyawan anggota,
dan kemauan anggota organisasi (Sopiah, 2017)
Ada tiga bentuk dari komitmen organisasional yaitu, 1. Komitmen Afektif,
yaitu keterikatan emosional,indentifikasi dan keterlibatan dalm suatu organisasi.
Dalam hal ini individu menetap dalam suatu organisasi karena keinginannya sendiri. 2.
Komitmen kontinuan, yaitu komitmen individu yang didasarkan pada pertimbangan
tentang apa yang harus dikorbankan bila akan meninggalkan organisasi. Dalam hal ini
individu memustukan menetapkan pada suatu organisasi kerena menganggapnya
sebagai suatu pemenuhan kebutuhan.3. komitmen Normatif, yaitu keyakinan individu
tentang tanggung jawab terhadap organisasi. Individu tetap tinggal pada suatu
organisasi karena merasa wajib untuk loyal pada organisasi tersebut.
Salah satu persepektif pada komitmen Organisasional adalah berdasarkan pada
ikatan afektif karyawan terhadap organisasinya yang mana sudut pandang komitmen
organisasional ini terkarekteristikan pada sebuah kepercayaan yang kuat dan
penerimaan atas tujuan dan nilai yang dimiliki oraganisasi oleh karyawan, keinginan
untuk menggunakan usaha yang lebih dengan mengatasnamakan organisasi, dan
keinginan untuk menggunakan usaha yang lebih dengan mengatasnamakan organisasi,
dan keinginan yang kuat untuk menjaga keanggotaan dalam organisasi ( Han Tjun et
al, 2012) .
Komitmen afektif juga merupakan salah satu kategori komitmen yang mana
ikatan secara emosional yang melekat pada seorang karyawan untuk
mengindentifikasikan dan melibatkan dirinya dengan organisasi (Kartika, 2011).
Komitmen afektif juga dapat dikatakan sebagai penentu yang penting atas dedikasi dan
loyalitas seorang karyawan. Kecenderungan seorang karyawan yang memiliki
komitmen afektif yang tinggi, dapat menunjukkan rasa memiliki atas perusahaan,
meningkatnya keterlibatan dalam aktivitas organisasi, keinginan untuk mencapai
tujuan organisasi, dan keinginan untuk dapat tetap bertahan dalam organisasi (Rhoades
at al, 2012)
