Pengertian Keterlibatan Kerja

Menurut Lodahl dan Kejner dalam Chi Shun Liao dan Cheng Wen Lee (2009),
Mendefinisikan keterlibatan kerja adalah bagaimana seseorang mencerminkan dan
menganggap bahwa pekerjaannya merupakan hal yang penting atau utama. Selain itu
keterlibatan kerja juga merupakan sejauh mana seseorang karyawan terlibat dalam
pekerjaannya.
Menurut Robbins dan Coulter (2007, p149), Mengatakan bahwa keterlibatan kerja
adalah tingkat pengindenfikasian psikologis karyawan dengan perkerjaannya, secara aktif
berpartisipasi dalam pekerjaannya, dan menganggap kinerjanyaa di pekerjakannya adalah
penting untuk kebaikan dirinya sendiri.
Menurut Schaufeli dan Bakker (2004, p.293), Mendefinisikan keterlibatan
karyawan sebagai sebuah tindakan positif, pemenuhan pekerjaan atau tindakan yang
berhubungan dengan keadaan pikiran yang ditandai dengan semangat, dedikasi dan
penyerapan. Menurut Robbins dan Coulter (2007, p.149) menyatakan bahwa karyawan
dengan tingkat keterlibatan kerja yang tinggi dengan kuat mengenali dan benar-benar
memperhatikan jenis pekerjaan yang mereka lakukan, tingkat yang tinggi telah ditemukan
terkait dengan tingkat absensi yang lebih sedikit dan tingkat pengunduran diri yang lebih
rendah.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa karyawan yang memiliki keterlibatan kerja
yang tinggi maka karyawan tersebut akan benar-benar serius menangani pekerjaaannya
dengan demikian dapat mengurangi absensinya, dan dari tingkat pengunduran diri.
Sebaliknya jika karyawan yang kurang terlibat dalam pekerjaannya maka karyawan
tersebut hanya bekerja secara rutinitas.