Dimensi Keterlibatan Kerja

Menurut Lodahl dan Kejner dalam Millmore (2007, p.204), keterlibatan kerja
memiliki dua dimensi yaitu :
a. Performace, self-esteem, contingency
Keterlibatan kerja merefleksikan tingkat dimana rasa harga diri karyawan
dipengaruhi oleh performance kerjanya. Aspek ini mencakup tentang seberapa jauh
hasil kerja seorang karyawan (performance) dapat mempengaruhi harga dirinya
(selfesteem). Keterlibatan kerja muncul ketika ada kemungkinan (contingency)
performance yang baik sehingga meningkatkan harga diri seseorang.
b. Pentingnya pekerjaan bagi gambaran total individu
Dimensi ini merujuk pada tingkat sejauh mana karyawan
mengidentifikasikan diri secara psikologis pada pekerjaan atau pentingnya
pekerjaan bagi gambaran diri secara total. Dubin yang diterjemahkan oleh Istijanto
(2005, p.87), Mengatakan bahwa karyawan yang memiliki keterlibatan kerja adalah
karyawan yang menganggap pekerjaan sebagai bagian yang paling penting dalam
hidupnya. Ini berarti bahwa dengan bekerja, karyawan dapat mengekspresikan diri
dan menganggap bahwa pekerjaan merupakan aktivitas yang menjadi pusat
kehidupan. Menurut Robbins (2008, p.268), Karyawan yang memiliki tingkat
keterlibatan yang tinggi sangat berpihak dan benar-benar peduli dengan bidang
pekerjaan yang mereka lakukan