Deepa (2014) mengatakan dalam lingkungan kerja yang sangat dinamis,
dimana organisasi harus proaktif untuk bersaing secara efektif, keterlibatan kerja telah
menjadi peran mendasar dalam efektivitas organisasi. Organisasi lebih suka merekrut
karyawan yang loyal dan berkomitmen, karena karyawan akan mencurahkan
kemampuan penuh mereka untuk bekerja. Organisasional mencari karyawan yang
bersedia mencurahkan semua kemampuan dan pengalaman mereka untuk
organisasional mereka, mereka membutuhkan karyawan yang terlibat dengan
pekerjaan mereka, karena karyawan yang lebih kreatif dan lebih produktif (Bakker dan
Demerouti, 2008).
(Ajibade & Ayinla, 2014) mengatakan komitmen organisasional dalam
bentuknya yang paling sederhana, hal ini didefinisikan sebagai kekutan psikologis
organisasi karyawan atau jumlah keterlibatan yang dimiliki karyawan dalam pekerjaan
mereka. Ini akan meningkatkan loyalitas karyawan dan mendorong mereka untuk
berkomitmen pada organisasinal (Deepa et al., 2014).
Dalam penelitain Abraham (2012) dalam Shamaa et al., (2015) mengatakan
komitmen organisasional menunjukan keterlibatan kerja memastikan produktivitas
yang lebih tinggi dalam organisasional dan niat yang lebih tinggi untuk tetap berada di
organisasional itu (Abraham, 2012). Keterlibatan kerja mempertimbangkan komitmen
emosional karyawan terhadap pekerjaannya, dan kesediannya untuk memberikan yang
terbaik dalam mencapai tujuan oragnisasional.
