Menurut Fahlman, Lynn, Flora, & Eastwood (2011), ada empat
macam penyebab kebosanan kerja, yaitu:
a. Emosi
Kurangnya kesadaran emosi, memiliki ketidakmampuan untuk
mengidentifikasi dan menjelaskan emosi, menghindari pengamalan atau
memiliki kecenderungan untuk melarikan diri dari perasaan yang tidak
diinginkan, dan menjadi sensitif terhadap hukuman dapat mengakibatkan
kebosanan kerja. Penyebab kebosanan kerja dalam ranah emosi adalah
keadaan dimana individu menginginkan sesuatu untuk dilakukan tapi
tidak mampu menunjukkan apa yang ia inginkan karena adanya impuls
yang menekan dan mengancam.
c. Gairah
Kebosanan kerja juga secara teoritis terkait dengan kecenderungan
untuk mencari gairah dan ganjaran. Beberapa teori berpendapat bahwa
individu didorong untuk mempertahankan tingkat gairah optimal mereka.
Ketika terdapat ketidaksesuaian antara kebutuhan akan gairah dan
stimulus lingkungan, maka akan menyebabkan individu mengalami
kebosanan kerja.
d. Kognitif
Kebosanan kerja adalah konsekuensi kognitif suatu pengalaman
ketika seseorang tidak dapat fokus atau melibatkan perhatian pada
aktivitas kerjanya. Dengan demikian, kurangnya perhatian dan kesalahan
kognitif yang terkait dapat dipakai untuk memprediksi adanya kebosanan
kerja.
e. Eksistensial
Kebosanan kerja dipandang sebagai gejala dari keadaan
“keberartian” sesuatu, menunjukkan kemungkinan buhungan antara
kebosanan dengan makna dan kepuasan kerja.
