Definisi Kesiapan Berubah (skripsi dan tesis)

Holt, Armenakis, Feild dan Harris (2007) mendefinisikan kesiapan
individu untuk berubah sebagai sikap komprehensif yang secara simultan
dipengaruhi oleh isi (apa yang berubah), proses (bagaimana perubahan
diimplementasikan), konteks (lingkungan dimana perubahan terjadi), dan
individu (karakteristik individu yang diminta untuk berubah) yang terlibat di
dalam suatu perubahan. Kesiapan individu untuk berubah secara kolektif
merefleksikan sejauh mana individu atau sekelompok individu cenderung
untuk menyetujui, menerima, dan mengadopsi rencana spesifik yang
bertujuan untuk mengubah keadaan saat ini. Hanpachern, Morgan dan Griego
(1998) menyatakan bahwa kesiapan untuk berubah merupakan sejauh mana
karyawan siap secara mental, psikologis atau fisik, sedia untuk berpartisipasi
dalam aktivitas pengembangan organisasi. Terutama lebih merujuk pada
kondisi dimana karyawan akan memiliki skor yang tinggi pada dukungan dan
partisipasi dalam perubahan.
Berneth (2004 dalam Wahyuni, 2013) menjelaskan bahwa kesiapan
adalah lebih dari pemahaman akan perubahan, kesiapan adalah lebih dari
keyakinan pada perubahan tersebut, kesiapan adalah kumpulan dari pemikiran
dan intensi pada usaha perubahan yang spesifik. Armenakis, Harris dan
Mossholder (1993 dalam Wahyuni, 2013) menyatakan bahwa karyawan yang
siap untuk berubah akan percaya bahwa organisasi akan mengalami kemajuan
apabila organisasi melakukan perubahan, selain itu mereka memiliki sikap
positif terhadap perubahan organisasi dan memiliki keinginan untuk terlibat
dalam pelaksanaan perubahan organisasi. Sebaliknya, apabila para karyawan
tidak siap untuk berubah, maka mereka tidak akan dapat mengikuti dan
merasa kewalahan dengan kecepatan perubahan organisasi yang sedang
terjadi.
Selain itu, menurut Weiner (2009) kesiapan organisasi untuk
perubahan tidak hanya konstruk bertingkat, tetapi multi-faceted. Secara
khusus, kesiapan organisasi mengacu pada komitmen perubahan anggota
organisasi dan mengubah kemanjuran untuk menerapkan perubahan
organisasi. Definisi ini mengikuti penggunaan bahasa biasa dari istilah
kesiapan yang mengartikan suatu keadaan yang secara psikologis dan
perilaku siap untuk mengambil tindakan (yaitu, bersedia dan mampu). Mirip
dengan Bandura gagasan komitmen tujuan, perubahan komitmen untuk
mengubah mengacu pada keputusan bersama anggota organisasi untuk
mengejar program tindakan yang terlibat dalam implementasi perubahan.
Saya menekankan keputusan bersama karena menerapkan perubahan
organisasi yang kompleks melibatkan tindakan kolektif oleh banyak orang,
yang masing-masing memberikan kontribusi pada upaya implementasi.
Karena implementasi sering menjadi ‘olahraga tim’, masalah muncul ketika
beberapa orang merasa berkomitmen untuk melaksanakannya tetapi yang lain
tidak.
Berdasarkan definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli di atas,
dapat disimpulkan bahwa kesiapan untuk berubah adalah sikap komprehensif
yang secara simultan dipengaruhi oleh isi, proses, konteks dan karakteristik
individu; merefleksikan sejauh mana individu atau sekelompok individu
cenderung untuk menyetujui, menerima, dan mengadopsi rencana spesifik
yang bertujuan untuk mengubah keadaan saat ini.