Peter dan Olson menyatakan bahwa jika konsumen
merasa puas dengan suatu produk atau merek, maka mereka
cenderung akan terus membeli dan menggunakan serta memberi tahu orang lain tentang pengalaman (experience) mereka yang
menyenangkan dengan produk tersebut.
Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh
Muhamad dan Artanti (2016) menyatakan bahwa experiential
marketing memiliki dampak posisitif terhadap rekomendasi
pelanggan dengan kepuasan sebagai variabel mediasi.
Pengalaman yang menyentuh sisi emosional akan meningkatkan
kepusan pelanggan sehingga pelanggan akan menceritakan hal –
hal positif dan akan merekomendasikan kepada orang lain.
Selanjutnya penelitian dari Muhamad Bilal (2019)
menyimpulkan bahwa variabel experiential marketing
berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel word of
mouth dengan variabel intervening kepuasan.
