Pengertian Beban Kerja (skripsi dan tesis)

Everly (dalam Munandar, 2001) mengatakan bahwa
beban kerja adalah keadaan dimana pekerja dihadapkan pada
tugas yang harus diselesaikan pada waktu tertentu. MENPAN
Nomor : KEP/75/M.PAN/7/2004 mendefinisikan beban kerja
sebagai sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus
diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan
dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan Peraturan Pemerintah
RI Nomor 97 tahun 2000 beban kerja adalah frekuensi rata-rata
masing-masing jenis pekerjaan dalam jangka waktu tertentu
dengan memperkirakan beban kerja dari organisasi dapat
dilakukan berdasarkan perhitungan atau pengalaman.
Menurut Suma’mur (1987) beban kerja adalah
kemampuan kerja suatu tenaga kerja yang beda dari satu dan
lainnya dan sangat tergantung pada tingkat keterampilan,
kesehatan jasmani, keadaan gizi, jenis kelamin, usia dan ukuran
tubuh yang berbeda dari yang bersangkutan. Hart dan Staveland
juga mendefinisikan beban kerja sebagai perbedaan antara
kemampuan karyawan dengan tuntutan tugas yang diterima.
PERMENDAGRI No. 12/2008 menyatakan bahwa beban kerja
adalah besaran pekerjaan yang harus dipikul oleh suatu
jabatan/unit organisasi dan merupakan hasil kali antara volume
kerja dan norma waktu. Menurut Gryna (dalam Prescott, 2012)
efek utama kelebihan beban kerja adalah peningkatan stres pada
individu dan keluarga mereka, selain itu juga kerja berlebihan
mengurangi kepuasan kerja dan pada akhirnya mengarah ke
pendapatan perusahaan yang akan menurun.
Berdasarkan penjelasan diatas maka peneliti
menyimpulkan bahwa beban kerja adalah kemampuan kerja
suatu tenaga kerja yang beda dari satu dan lainnya yang
sesungguhnya dapat berkontribusi pada tingkat kelelahan,
kebosanan, stress, gangguan kesehatan baik fisik maupun
mental dan lain sebagainya bagi para pekerja. Rendahnya beban
kerja boleh jadi bukan penyebab kurangnya waktu tidur, namun
dengan tingginya beban kerja mampu melebihi kapasitas
kelelahan seorang individu.