Indikator Semangat Kerja

Menurut Nitisemito (dalam Darmawan, 2013:80) indikator untuk
mengukur semangat kerja adalah :
a. Absensi
Karena absensi menunjukkan ketidakhadiran karyawan dalam tugasnya. Hal ini
termasuk waktu yang hilang karena sakit, kecelakaan, dan pergi meninggalkan
pekerjaan karena alasan pribadi tanpa diberi wewenang. Tidak diperhitungkan
sebagai absensi adalah diberhentikan untuk sementara, tidak ada kerjaan, cuti
yang sah, atau periode libur, dan pemberhentian kerja.
b. Kerjasama
Kerjasama dalam bentuk tindakan kolektif seseorang terhadap orang lain.
Kerjasama dapat dilihat dari kesediaan karyawan untuk bekerjasama dengan
rekan kerja atau dengan atasan mereka berdasarkan untuk mencapai tujuan
bersama. Selain itu, kerjasama dapat dilihat dari kesediaan untuk saling
membantu diantara rekan sekerja sehubungan dengan tugas-tugasnya dan
terlihat keaktifan dalam kegiatan organisasi.
c. Labour turn over atau tingkat perpindahan karyawan yang turun
Keluar masuk karyawan yang menurun merupakan hal yang positif karena
karyawan merasa senang saat mereka bekerja.