Pengertian Semangat Kerja

Setiap organisasi selalu berusaha agar produktivitas kerja karyawan dapat
ditingkatkan. Untuk itu pimpinan perlu mencari cara dan solusi guna
menimbulkan semangat kerja para karyawan. Hal itu penting, sebab semangat
kerja mencerminkan kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang
dilakukan sehingga pekerjaan lebih cepat dapat diselesaikan dan hasil yang lebih
baik dapat dicapai (Handayani,2017).
Semangat kerja merupakan terjemahan dari kata moral yang artinya moril
atau semangat juang (Echols & Shadily,1997). Menurut Denyer (dalam Moekijat,
2003: 136), kata semangat (morale) itu mula-mula dipergunakan dalam kalangan
militer untuk menunjukkan keadaan moral pasukan, akan tetapi sekarang
mempunyai arti yang lebih luas dan dapat dirumuskan sebagai sikap bersama para
pekerja terhadap satu sama lain, terhadap atasan, terhadap manajemen, atau
pekerjaan (Khoiri, 2017).
Menurut Nitisemito dalam Darmawan (2013) Semangat kerja adalah
melakukan pekerjaan secara lebih giat, sehingga dengan demikian pekerjaannya
akan lebih dapat diharapkan selesai dengan cepat dan lebih baik. Sedangkan
Hasibuan (2007) mengatakan semangat kerja sebagai keinginan dan kesungguhan
seseorang mengerjakan pekerjaanya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai
prestasi kerja yang maksimal. Sementara Sastrohadiwiryo (dalam Darmawan,
2013) mengatakan semangat kerja dapat diartikan sebagai suatu kondisi mental,
atau perilaku individu tenaga kerja dan kelompok-kelompok yang menimbulkan
kesenangan yang mendalam pada diri tenaga kerja untuk bekerja dengan giat dan
konsekuen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.
Davis memberikan definisi yang luas mengenai semangat kerja yang dialih
bahasakan oleh Dharma (1993) yaitu sikap individu dan kelompok terhadap kerja
sama dengan orang lain yang secara maksimal sesuai dengan kepentingan yang
paling baik bagi perusahaan. Moekijat (1997) menyatakan bahwa semangat kerja
menggambarkan perasaan berhubungan dengan jiwa semangat kelompok,
kegembiraan, dan kegiatan. Apabila pekerja tampak merasa senang, optimis
mengenai kegiatan dan tugas, serta ramah satu sama lain, maka karyawan itu
dikatakan mempunyai semangat yang tinggi. Sebaliknya, apabila karyawan
tampak tidak puas, lekas marah, sering sakit, suka membantah, gelisah, dan
pesimis, maka reaksi ini dikatakan sebagai bukti semangat yang rendah. Menurut
Gondokusumo (1995), semangat kerja adalah refleksi dari sikap pribadi atau sikap
kelompok terhadap kerja dan kerja sama. Semangat kerja berarti sikap individu
dan kelompok terhadap seluruh lingkungan kerja dan terhadap kerja sama dengan
orang lain untuk mencapai hasil yang maksimal sesuai dengan kepentingan
perusahaan (Handayani 2017).
Dalam pendapat lain Siagian (2003:57) mengartikan bahwa semangat
kerja karyawan menunjukkan sejauh mana karyawan bergairah dalam melakukan
tugas dan tanggung jawabnya di dalam perusahaan. Menurut beliau, semangat
kerja dapat dilihat dari kehadiran, kedisiplinan, ketepatan waktu, target kerja,
gairah kerja serta tanggung jawab yang telah diberikan kepada karyawan tersebut.
Sementara menurut Alfred (1971:66) Semangat kerja diartikan suatu sikap
individu untuk bekerja sama dengan disiplin dan rasa tanggug jawab terhadap
kegiatannya. Begitu pula Hasley (1992:65) mengartikan semangat kerja
merupakan perasaan yang memungkinkan seseorang bekerja untuk menghasilkan
yang lebih banyak dan lebih baik. Sedangkan menurut Westra (1988:65) semangat
kerja merupakan suatu sikap individu atau kelompok terhadap kesukarelaannya
untuk bekerjasama agar mencurahkan kemampuanya secara menyeluruh (Parmin,
2014).
Definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa semangat kerja adalah
keinginan dan kesungguhan seseorang dalam melakukan pekerjaan secara giat dan
baik serta berdisiplin tinggi untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal dan
juga mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.