Pengertian Pembelian Ulang

Pengertian pembelian ulang (repeat purchase) menurut Peter/Olson dalam
Yuda Melisa (2012:2) adalah “Kegiatan pembelian yang dilakukan lebih dari satu
kali atau beberapa kali”. Jadi pembelian ulang adalah suatu proses membeli
barang atau jasa untuk kesekian kalinya, setelah melakukan proses membeli
sebelumnya. Keputusan pembelian ulang merupakan pengembangan dari teori
keputusan pembelian konsumen. Keputusan pembelian ulang tercipta setelah
konsumen melakukan serangkaian proses pembelian konsumen, yaitu: pengenalan
masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan
perilaku pasca pembelian. Pembelian ulang adalah sikap perilaku konsumen
dimana melakukan pembelian sebuah produk lebih dari satu kali menurut Swasta
dalam Naili Farida (2014:201). Minat beli adalah perilaku yang muncul sebagai
respon terhadap obyek, atau juga pembelian ulang Henry Assael dalam Putranti
(2015:104). Ndubisi dan Moi dalam Mila Azhari (2014:5) mengatakan bahwa
pembelian ulang (repurchase) bersifat bervariasi bergantung pada tingkat
ketahanan (durability) suatu produk. Untuk produk yang tidak tahan lama (non
durables), pembelian kembali diartikan sebagai tindakan membeli lagi setelah
pembelian pertama atau trial. Sedangkan untuk produk yang tahan lama
(durables), dapat diartikan sebagai kesediaan konsumen untuk membeli ulang atau
memberikan setidaknya satu saran kepada orang lain untuk melakukan pembelian.
Menurut Andre dalam Yesi Apriani (2013:3) pembelian ulang merupakan
keinginan konsumen untuk menggunakan kembali produk yang sama dimasa
yang akan datang. Sedangkan menurut Hawkins, Mothersbaugh dan Best dalam
Yesi Apriani (2013:3) pembelian kembali sebagai suatu kegiatan membeli
kembali yang dilakukan oleh konsumen terhadap suatu produk dengan merek
yang sama tanpa diikuti oleh perasaan yang berarti terhadap produk tersebut.
Terdapat dua kemungkinan yang dapat menyebabkan seseorang melakukan
pembelian kembali suatu produk. Pertama, konsumen merasa puas dengan
pembelian yang mereka lakukan. Kedua, pelanggan merasa tidak puas, tetapi
mereka tetap melakukan pembelian kembali