Anak laki-laki dinyatakan memiliki penyesuaian diri yang baik apabila ia
memiliki sifat mandiri, agresif, dan kuat. Sedangkan anak perempuan dinyatakan
memiliki penyesuaian diri yang baik apabila memiliki sifat tergantung
(dependen), mengasuh, dan tidak berminat pada kekuatan. Karakteristik maskulin
dianggap sehat dan baik oleh masyarakat; karakteristik feminin cenderung tidak
diinginkan (Santrock, 2007).
Pada tahun 1970-an, baik laki-laki dan perempuan menjadi tidak puas
dengan beban yang disebabkan oleh streotipe mengenai peran; masyarakat
mencari alternatif lain untuk menggantikan “maskulinitas” dan “femininitas”.
Daripada menganggap maskulinitas dan femininitas sebagai sebuah kontinum,
dimana yang satu dapat lebih dominan dibandingkan yang lain, para ahli
berpendapat bahwa individu dapat memperlihatkan sifat-sifat ekspresif dan
instrumental. Pemikiran ini menggiring pada perkembangan konsep mengenai
androgini (androgyny), yaitu tampilnya karakteristik maskulin dan feminin dalam
kadar yang tinggi pada seorang individu (Bem, 1977; Spence & Helmreich, 1978).
Individu androgini dapat saja seseorang laki-laki yang asertif (maskulin) dan
sensitif terhadap perasaan orang lain (feminin), atau seorang perempuan yang
dominan (maskulin) dan peduli (feminin) (dalam Santrock, 2007).
Fenomena ini dapat dilihat dalam dunia nyata. Banyak sejumlah kalangan
artis maupun aktor memiliki karakteristik androgini. Bahkan sejumlah pekerja
baik karyawan maupun karyawati dalam sebuah perusahaan memiliki
karakteristik sebagaimana halnya seorang androgini.
Pada globalisasi ini, semua hal dapat dilakukan baik pria maupun wanita.
Bahkan perkerjaan terberat pun juga dapat dilakukan oleh perempuan yang
seharusnya menjadi bagian dari pekerjaan laki-laki dan begitu sebaliknya laki-laki
dapat melakukan pekerjaan perempuan. Sebagai contoh seorang pria dapat ahli
dalam hal memasak (feminin) namun ia sangat menyukai hal-hal yang ekstrim
seperti motor cross, panjat tebing, dan lain sebagainya. Ini dapat dilihat pada salah
satu artis seperti Ceff Nurman dan Ceff Juna yang berkerja sebagai seorang koki.
Berdasarkan fenomena ini juga banyak pendapat menyatakan bahwa orang
yang sehat adalah orang yang mempunyai sifat androgini, yang mana mampu
menyeimbangkan sifat maskulin dan sekaligus feminin artinya individu ini dapat
menunjukkan sikap yang tepat dalam mengembangkan kemampuannya saat
menghadapi suatu masalah (Supriyanto, 2005).
