Karakteristik Perilaku Androgini

Karakteristik androgini merupakan perpaduan dari karakteristik maskulin
dan feminin. Individu ini dapat menggabungkan peran jenis feminin dengan
karakteristik dapat melakukan hubungan sosial yang baik, ramah terhadap orang
lain dan peran jenis maskulin dengan karakteristik berdikari, memiliki
kemampuan diri yang baik secara seimbang (Bem, dalam Imelda, 1993). Laki-laki
digambarkan sebagai individu yang rasional dan memiliki kemampuan memimpin
(Sahrah, 1996). Kemudian Raven dan Rubin (1983) menambahkan tentang sifat
agresif, bebas, dominant, objektif, tidak emosional dan memiliki rasa ingin tahu
yang tinggi merupakan ciri-ciri sifat yang dimiliki oleh laki-laki. Menurut Sahrah
(1996) menggambarkan perempuan sebagai individu yang sensitif, berhati-hati
dan suka menyenangkan orang lain. Feldman (1990) mengemukakan beberapa
karakteristik feminin yaitu emosional, subjektif, tidak logis, suka mengeluh dan
merajuk, lemah, putus asa, mudah tersinggung, tergantung pada orang lain.
Sedangkan maskulin digambarkan memiliki karakteristik agresif, mandiri, tidak
emosional, objektif, tidak mudah dipengaruhi orang lain, dapat mengambil
keputusan, percaya diri, logis, kompetitif dan ambisius (Broveman, 2003).
Menurut Bem (1981), secara teoritis orang yang memiliki karakteristik
androgini dapat mengadaptasi perilaku-perilaku maskulin dan dapat memecahkan
masalah dan mengadaptasi perilaku feminin. Wrightsman dan Deaux (dalam
Nauly, 2003) menyebutkan bahwa seseorang yang androgini cenderung lebih
kompeten, yakin pada diri sendiri dan memiliki harga diri yang tinggi. Selain itu
dalam beberapa situasi cenderung fleksibel dan efektif dalam hubungan
interpersonalnya (dalam Kisworo, R. D, 2008).
Bem juga berpendapat bahwa individu androgini memiliki sifat yang lebih
fleksibel, kompeten, dan sehat mental dibandingkan dengan individu yang hanya
memiliki sifat maskulin atau feminin (dalam Santrock, 2012). Menurut Bem sifat
orang androgini mencakup lebih bebas, mengenali dirinya, dan suka membantu
(dalam Elqorni, A. K, 2014).
Berbeda halnya dengan Spence dan Helmreich (1978), seorang androgini
memiliki harga diri tinggi, pandai bergaul, dan orientasi pada hasil tinggi.
Heilbrun menyatakan androgini merupakan peran jenis yang memiliki skor yang
tinggi baik sifat feminin maupun maskulin dan peran jenis androgini ini terdapat
pada kedua jenis kelamin yaitu, perempuan dan laki-laki.
Helmreich (1979) dalam hasil penelitiannya mengemukakan bahwa peran
jenis androgini untuk kedua jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) memiliki
perilaku yang menyenangkan dan fleksibel dibandingkan ketiga peran jenis
lainnya.
Selanjutnya, individu yang memiliki dimensi maskulin menekankan nilai
asertivitas, prestasi, dan performansi. Sementara pada individu feminin lebih
mengutamakan hubungan interpersonal, keharmonisan, dan kinerja kelompok
(dalam Istiana, re).
Kaplan dan Sedney (1980) menyatakan ada beberapa faktor yang harus
ada pada sifat androgini, yaitu:
1. Mempunyai wawasan pandangan yang luas sehingga mampu bereaksi secara
tepat dalam situasi apapun.
2. Mampu bersikap fleksibel seperti apa yang diharapkan oleh masyarakat
(mampu membedakan kapan harus bersikap maskulin dan kapan harus
bersikap feminin).
3. Mampu bersikap hangat dan diterima baik oleh orang lain (dalam
Supriyanto, 2005).
Tipe androgini adalah tipe pria dan wanita yang mampu menggabungkan
sifat maskulin dan feminin dalam kepribadian dan dimanifestasikan dalam
perilaku sehar-hari dalam kondisi dan situasi yang tepat. Individu yang memiliki
peran jenis androgini pada umumnya memiliki ketegasan diri, memiliki
kemampuan diri yang baik serta dapat melakukan hubungan sosial dengan baik
(Bem, dalam Betz & Fitzgerald, 1987). Selain itu menurut Bakan 1987, ciri-ciri
individu androgini yaitu adanya motivasi untuk maju atau memimpin (dalam
Imelda & Saifuddin, 1993).