Unsur-unsur pendidikan

a. Pendidik
Secara bahasa, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
Pendidik adalah orang yang mendidik. Pengertian tersebut
memberikan kesan bahwa pendidik adalah orang yang melakukan
kegiatan dalam bidang mendidik.
Seorang pendidik hendaknya mengetahui bagaimana cara
murid belajar dengan baik dan berhasil, oleh karena itu unsur-unsur
yang perlu diperhatikan oleh seorang pendidik yang meliputi:
kegairahan dan kesediaan untuk belajar, membangkitkan minat
belajar, menumbuhkan sikap dan bakat yang baik, mengatur proses
belajar, berpindahnya pengaruh belajar dan pelaksanaanya ke
dalam kehidupan nyata, hubungan manusiawi dalam proses belajar
(Daradjat, 2005:15-16). Menurut Ahmad Tafsir (2007:74-75) orang
yang paling bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik
adalah orangtua (ayah da ibu) anak didik. Tanggung jawab itu
sekurang kurangnya oleh dua hal: pertama kodrat, yaitu karena
orangtua ditakdirkan menjadi orangtua anaknya, dan karena itu
ditakdirkan pula bertanggungjawab mendidik anaknya; kedua,
karena kepentingan orangtua, yaitu orangtua berkepentingan
terhadap kemajuan perkembangan anaknya, sukses anaknya,
adalah sukses orangtua juga. Namun, karena perkembangan
pengetahuan, keterampilan, sikap serta kebutuhan hidup sudah
sedemikian luas, dalam, dan rumit, maka orangtua tidak mampu
lagi melaksanakan sendiri tugas-tugas dalam mendidik anak. Oleh
karena itu, tugas-tugas orangtua diserahkan kepada sekolah. Dalam
hal ini guru sebagai tenaga pendidik menggantikan orangtua di
rumah untuk mendidik anak agar menjadi manusia dewasa.
b. Peserta didik
Menurut Marimba (1989:30-31) peserta didik adalah
seseorang yag belum dewasa baik secara jasmani maupun rohani.
Ia mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi yang
tidak dapat ia penuhi sendiri, melainkan masih bergantung kepada
orang lain dalam hal ini pendidik. Jadi bisa disimpulkan peserta
didik adalah manusia yang belum dewasa dan memerlukan bantuan
orang lain untuk membimbingnya supaya dapat mecapai
kedewasaan.
c. Kurikulum
Di dalam pendidikan, kegiatan yang dilakukan siswa dapat
memberikan pengalaman belajar atau dianggap sebagai
pengalaman belajar, seperti berkebun, olahraga, pramuka dan
Pergaulan selain mempelajari bidang studi. Semua itu merupakan
pengalaman belajar yang bermanfaat. Pandangan modern
berpendapat bahwa semua pengalaman belajar itulah kurikulum.
Atas dasar ini maka inti kurikulum adalah pengalaman belajar.
Ternyata pengalaman belajar yang bayak pengaruhnya dalam
pendewasaan anak, tida haya mempelajari mata pelajaran, interaksi
sosial di lingkungan sekolah, kerja sama dalam kelompok, interaksi
dengan lingkungan fisik juga merupakan pengalaman belajar
(Tafsir, 2007:53).
d. Proses belajar mengajar
Martinis Yamin (2006:59) berpendapat bahwa proses
belajar mengajar merupakan proses yang sistematik, artinya proses
yang dilakukan oleh guru atau siswa di tempat belajar dengan
melibatkan sub-sub, bagian, komponen-komponen atau unsur-
unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.
e. Metode pembelajaran
Sudjana (2005:76-77) berpendapat bahwa metode
merupakan perencanaan secara menyeluruh untuk menyajikan
materi pembelajaran bahasa secara teratur, tidak ada satu bagian
yang bertentangan, dan semua berdasarkan pada suatu pendekatan
tertentu, penggunaan metode pembelajaran sangat penting karena
dengan metode guru dapat merencanakan proses pembelajaran
yang utuh dan bersistem dalam menyajikan materi pembelajaran.