Sex (Jenis Kelamin Biologis)

Konsep seks atau jenis kelamin mengacu pada perbedaan biologis antara
perempuan dan laki-laki, pada perbedaan tubuh antara laki-laki dan perempuan.
Sebagaimana dikemukakan oleh Moore dan Sinclair (1995: 117) “ Sex reffers to
biological deferencer between man and woman, the result of differences in the
chromosomes of the embryo”. Definisi konsep seks tersebut menekankan pada
perbedaan yang disebabkan perbedaan kromosom pada janin. Sebagaimana
dikemukakan oleh Keshtan 1995, jenis kelamin bersifat biologis dan dibawa sejak
lahir sehingga tidak dapat diubah. Sebagai contoh, hanya perempuan yang dapat
hamil dan hanya laki-laki yang menjadikan perempuan hamil. Seks adalah
karakteristik biologis seseorang yang melekat sejak lahir dan tidak bisa diubah
kecuali dengan operasi. Alat-alat tersebut menjadi dasar seseorang dikenali jenis
kelaminnya sebagai perempuan atau laki-laki.
Pengertian seks atau jenis kelamin secara biologis merupakan pensifatan atau
pembagian dua jenis kelamin manusia yang ditentukan secara biologis, bersifat
permanen (tidak dapat dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan), dibawa sejak
lahir dan merupakan pemberian Tuhan sebagai seorang laki-laki atau seorang
perempuan.
Melalui penentuan jenis kelamin secara biologis ini maka dikatakan bahwa
seseorang akan disebut berjenis kelamin laki-laki jika ia memiliki penis, jakun, kumis,
janggut, dan memproduksi sperma. Sementara seseorang disebut berjenis kelamin
perempuan jika ia mempunyai vagina dan rahim sebagai alat reproduksi, memiliki
alat untuk menyusui (payudara) dan mengalami kehamilan dan proses melahirkan.
Ciri-ciri secara biologis ini sama di semua tempat, di semua budaya dari waktu ke
waktu dan tidak dapat dipertukarkan satu sama lain.