Peran gender adalah peran yang dilakukan perempuan dan laki-laki sesuai
dengan status, lingkungan, budaya dan struktur masyarakatnya. Peran tersebut
diajarkan kepada setiap anggota masyarakat, komunitas dan kelompok sosial
tertentu yang dipersepsikan sebagai peran perempuan dan laki-laki. Peran
laki-laki dan perempuan dibedakan atas peran produktif, reproduktif dan sosial.
b. Peran Produktif
Peran Produktif merujuk kepada kegiatan yang menghasilkan barang dan
pelayanan untuk konsumsi dan perdagangan (Kamla Bhasin, 2000). Semua
pekerjaan di pabrik, kantor, pertanian dan lainnya yang kategori aktivitasnya
dipakai untuk menghitung produksi nasional bruto suatu negara. Meskipun
perempuan dan laki-laki keduanya terlibat di dalam ranah publik lewat aktivitas
produktif, namun masyarakat tetap menganggap pencari nafkah adalah laki-laki.
Contoh di sebuah kantor, bila terjadi PHK maka seringkali perempuanlah yang
dikorbankan karena dianggap kegiatan laki-laki yang menghasilkan uang. Bila
merujuk pada definisi kerja sebagai aktivitas yang menghasilkan pendapatan
baik dalam bentuk uang maupun barang maka ativitas perempuan dan laki-laki
baik di sektor formal maupun informal, di luar rumah atau di dalam rumah
sepanjang menghasilkan uang atau barang termasuk peran produktif. Contoh
peran produktif perempuan yang dijalankan di dalam rumah misalnya usaha
menjahit, catering, salon dan yang lain. Contoh peran produktif yang dijalankan
di luar rumah, sebagai guru, buruh, pedagang, pengusaha.
c. Peran Reproduktif
Peran reproduktif dapat dibagi mejadi dua jenis, yaitu biologis dan sosial.
Reproduksi biologis merujuk kepada melahirkan seorang manusia baru, sebuah
aktivitas yang hanya dapat dilakukan oleh perempuan. Reproduksi sosial
merujuk kepada semua aktivitas merawat dan mengasuh yang diperlukan untuk
menjamin pemeliharaan dan bertahannya hidup (Kamla Bhasin, 2000). Dengan
demikian, aktivitas reproduksi ialah aktivitas yang mereproduksi tenaga kerja
manusia. Merawat anak, memasak, memberi makan, mencuci, membersihkan,
mengasuh dan aktivitas rumah tangga lainnya masuk dalam kategori ini.
Walaupun hal-hal tersebut penting untuk bertahannya hidup manusia,
aktivitas tersebut tidak dianggap sebagai pekerjaan atau aktivitas ekonomi
sehingga tidak terlihat, tidak diakui dan tidak dibayar. Kerja reproduktif
biasanya dilakukan oleh perempuan, baik dewasa maupun anak-anak di kawasan
rumah domestik. Pertanyaannya mengapa peran reproduktif secara alamiah
menjadi tanggung jawab perempuan. Jawaban yang sering muncul adalah karena
perempuan melahirkan maka merawat, memelihara anak menjadi tannggung
jawabnya. Pelabelan tersebut menjadi sirna bila mengerti apa itu seks/jenis
kelamin dan apa itu gender. Laki-laki pun melakukan peran reproduktif, baik
reproduktif biologis (membuahi) dan reproduktif sosial kerena memelihara anak
dan mengasuh anak tidak menggunakan rahim.
d. Peran Sosial (Kemasyarakatan)
Kegiatan kemasyarakatan merujuk kepada semua aktivitas yang diperlukan
untuk menjalankan dan mengorganisasikan kehidupan masyarakat. Peran
kemasyarakatan yang dijalankan perempuan adalah melakukan aktivitas yang
digunakan bersama, misalnya pelayanan kesehatan di Posyandu, partisispasi
dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kebudayaan (kerja bakti, gotong royong,
pembuatan jalan kampung, dll). Semua kegiatan tersebut biasanya dilakukan
secara sukarelawan. Sedangkan peran sosial yang dilakukan laki-laki biasanya
pada tingkatan masyarakat yang diorganisasikan, misalnya menjadi RT, RW,
Kepala Desa
