Prinsip Pendidikan Anak Usia Dini

Selain memperhatikan karakteristik yang dimiliki anak tersebut, pendidik
juga harus memperhatikan prinsip-prinsip perkembangan pendidikan anak usia
dini. Menurut Sofia Hartati (2011:17) mengungkapkan beberapa prinsip-prinsip
perkembangan pendidikan anak usia dini yaitu:
a) seluruh aspek perkembangan anak saling terkait satu dengan yang lainnya
yang terjadi dalam satu urutan,
b) berlangsung dengan rentang yang bervariasi,
c) dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya,
d) berkembang ke arah pengetahuan yang lebih kompleks,
e) dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya yang majemuk,
f) anak sebagai pebelajar aktif,
g) perkembangan dan belajar merupakan hasil interaksi antara kematangan
biologis dengan lingkungan sekitar,
h) bermain sebagai sarana terpenting,
i) perkembangan anak akan mengalami percepatan bila anak memiliki
kesempatan untuk mempraktekkannya,
j) setiap anak memiliki tipe belajar yang berbeda-beda serta,
k) anak akan berkembang baik apabila dalam anak merasa aman, dihargai dan
terpenuhi kebutuhan fisik maupun psikologisnya.
Prinsip perkembangan yang perlu diperhatikan oleh setiap pendidik agar
pembelajaran atau pemberian stimulasi dapat berjalan efektif. Setiap anak
memiliki tahapan perkembangan yang berbeda-beda dan perkembangan antar
aspek berjalan saling terkait antara satu perkembangan dengan perkembangan
yang lainnya serta terjadi secara berurutan sehingga dalam pemberian stimulasi
ini diperlukan cara yang tepat tanpa mengesampingkan prinsip perkembangan
anak.
Selain karakteristik dan prinsip-prinsip perkembangan anak, yang perlu
diperhatikan adalah prinsip-prinsip pembelajaran, agar pembelajaran yang ada
berjalan efektif. Slamet Suyanto (2010: 8) mengungkapkan ada beberapa prinsip
pembelajaran untuk anak usia dini yaitu konkret dan dapat dilihat langsung,
bersifat pengenalan, seimbang antara kegiatan fisik dan mental, sesuai tingkat
perkembangan anak, sesuai kebutuhan individual,mengembangkan kecerdasan,
kontekstual dan multi konteks, terpadu, menggunakan esensi bermain serta, multi
kultur.
Menurut Masitoh (2005: 6) ada beberapa prinsip dasar pembelajaran anak
usia dini, yaitu:
a) anak aktif melakukan sesuatu dalam situasi yang menyenangkan.
b) kegiatan pembelajaran dibangun berdasarkan pengalaman dan minat.
c) mendorong terjadinya komunikasi dan kerjasama.
d) mendorong anak untuk mengambil resiko dan belajar dari kesalahan.
f) memperhatikan variasi perkembangan anak.
g) bersifat fleksibel
Pembelajaran anak usia dini memiliki prinsip-prinsip pembelajaran yang
berlandaskan pada karakteristik serta prinsip perkembangan anak. Prinsip-prinsip
pembelajaran itu perlu diperhatikan agar seluruh aspek perkembangan anak dapat
berjalan optimal, setiap perkembangan itu saling terkait antara satu dengan yang
lainnya, sehingga diperlukan pembelajaran kontektual dan terpadu, sesuai tingkat
perkembangan anak, serta menggunakan sarana yang tepat yaitu berupa aktivitas
bermain agar anak merasa aman, nyaman, baik secara fisik maupun psikologis
dengan pembelajaran yang bersifat luwes atau fleksibel.