Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini

Sofia Hartati (2011:17) mengungkapkan pendidikan anak usia dini adalah
pendidikan yang ditujukan untuk anak usia nol sampai usia delapan tahun.
Pendidikan anak usia dini ini dirancang untuk meningkatkan tumbuh kembang
anak mulai dari perkembangan intelektual, sosial-emosional, bahasa serta
perkembangan fisik. Semua aspek perkembangan tersebut penting untuk
dikembangkan karena antara perkembangan yang satu dengan yang lainnya
saling terkait, sehingga harus dilaksanakan secara terpadu.
Pendidikan anak usia dini yang dilaksanakan di Indonesia terdapat beberapa
jalur pendidikan. Salah satu jalur pendidikan anak usia dini yang difokuskan
dalam penelitian ini adalah pendidikan formal yang berbentuk Taman kanakKanak. Anak Usia TK adalah anak yang berusia 4-6 tahun, yang sering disebut
juga sebagai masa emas karena peluang perkembangan anak yang sangat
berharga.
Menurut Sofia Hartati (2011:24) usia TK atau prasekolah adalah anak usia
antara tiga sampai lima atau enam tahun yang merupakan masa awal yang
penting untuk perkembangan anak baik aspek psikososial, fisik motorik serta
kecerdasan. Pendidikan Taman kanak-kanak dengan kisaran usia antara 4 sampai
dengan 6 tahun ini di Indonesia diselenggarakan ke dalam dua kelompok yaitu
kelompok A usia 4-5 tahun dan kelompok B usia 5-6 tahun Anak usia dini adalah
anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun yaitu masih pada tahap usia
prasekolah dimana pada tahap ini penting untuk mengembangkan seluruh potensi
yang dimiliki anak karena anak pada masa peka. Masa peka adalah masa dimana
perkembangan kemampuan anak mulai dari bahasa, kognitif, fisik motorik, sosial
emosional dan moral agamanya dapat dikembangkan secara optimal sehingga
diperlukan stimulasi yang tepat.
Setiap anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan dalam aspek
fisik, kognitif, sosial-emosional, kreativitas, dan bahasa yang berbeda dengan
orang dewasa, selain itu anak adalah individu yang memiliki karakteristik yang
berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Menurut Rusdinal dan Elizar
(2012: 9), anak usia 5-7 tahun memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a) anak masih
berada pada tahap berpikir pra operasional sehingga belajar melalui benda atau
pengalaman yang konkret, b) anak suka menyebutkan nama benda,
mendefinisikan kata-kata dan suka bereksplorasi, c) anak belajar melalui bahasa,
sehingga pada usia ini kemampuan bahasa anak berkembang pesat, d) anak
membutuhkan struktur kegiatan yang jelas dan spesifik.
Diantara potensi yang ada tersebut penelitian ini fokus terhadap
perkembangan bahasa anak dalam membaca awal, sehingga perlu bagi guru
untuk memperhatikan karakteristik anak yang berkaitan dengan bahasa agar
pembelajaran yang ada berjalan efektif yaitu dengan menggunakan metode
bermain yang dianggap tepat untuk digunakan dalam memfasilitasi anak, serta
penggunaan media yang dapat menarik perhatian anak.