Keterlibatan kerja dapat dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor
situasional dan faktor personal (Kanungo, 1982) yaitu sebagai berikut:
a. Situasional
Situasional dalam keterlibatan kerja mencakup pekerjaan,
organisasi, dan lingkungan sosial budaya. Pekerjaan mencakup
karakteristik/hasil kerja, variasi, otonomi, identitas tugas, feedback, level
pekerjaan (status formal dalam organisasi), level gaji, kondisi pekerjaan
(work condition), job security, supervision, dan iklim interpersonal.
b. Faktor personal
Faktor personal yang dapat mempengaruhi keterlibatan kerja
meliputi demografis dan psikologis.
1) Demografis
Demografis mencakup usia, pendidikan, jenis kelamin, status
pernikahan, jabatan, dan senioritas. Moynihan dan Pandey (2007)
juga menemukan bahwa usia memiliki hubungan yang positif dan
signifikan dengan keterlibatan kerja, dimana pegawai yang usianya
lebih tua cenderung lebih puas dan terlibat dengan pekerjaan
mereka, sedangkan pegawai yang usianya lebih muda kurang
tertarik dan puas dengan pekerjaan mereka.
2) Psikologis
Psikologis mencakup intrinsic/extrinsic need strength, nilai-nilai
kerja, locus of control, kepuasan terhadap karakteristik/hasil kerja,
usaha kerja, performansi kerja, absensi, intensi turnover dan
kebosanan kerja. Keterkaitan antara kebosanan kerja dan
keterlibatatan kerja pada pegawai dapat dipengaruhi beberapa
faktor salah satunya adalah kebosanan kerja (Omolayo & Ajila,
2012). Selanjutnya Barchfeld dan Perry (2011) menemukan bahwa
kebosanan kerja berhubungan negatif dengan motivasi. Artinya,
semakin tinggi kebosanan kerja maka motivasi akan semakin
rendah, begitu juga sebaliknya. Maka dapat disimpulkan bahwa
kebosanan kerja merupakan hal yang berlawanan dengan motivasi,
sedangkan keterlibatan kerja merupakan bagian dari konsep
motivasi itu sendiri.
Faktor lain yang juga mempengaruhi keterlibatan kerja adalah
kebosanan kerja (Omolayo & Ajila, 2012), menjelaskan bahwa setiap
individu memiliki pandangan dan karakteristik yang berbeda, sehingga
secara tidak langsung akan berbeda pula tingkat keterlibatan kerja pada
pegawai. Seperti yang dijelaskan dalam penelitian Anggraini (2015), yang
menyatakan bahwa keterlibatan kerja pegawai akan dipengaruhi oleh
tingat kebosanan kerja pada pegawai
