Word of mouth yang merupakan bagian dari komunikasi
juga tak luput dari aturan agama Islam. Terkhusus komunikasi
yang bertujuan untuk pemasaran atau promosi tentu juga harus
sesuai dengan anturan Islam. Sebagaimana firman Allah dalam
Alquran Surat Al-Ahzab ayat 70.
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu
kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.
Sebagaimana tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir
Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah
bin Humaid (Imam Masjidil Haram) mengatakan ahai orangorang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta
melaksanakan SyariatNya, taatilah Allah dan jauhilah
kemaksiatan kepadaNya, agar kalian tidak ditimpa
hukumanNya, dan ucapkanlah dalam segala urusan kalian dan
keadaan kalian kata-kata yang lurus sesuai dengan kebenaran,
bersih dari kedustaan dan kebatilan Begitulah etika berkomunikasi yang diajarkan Islam
dalam melayani konsumen agar menghindari manipulasi serta
bebicara bohong saat menawarkan suatu produk maupun jasa
dalam sebuah perusahaan.
Melalui ayat tersebut Allah SWT menegaskan agar
mengatakan perkataan yang benar. Bahkan anjuran berkata
benar disandingkan dengan taqwa diayat tersebut yang berarti
berkata benar mempunyai nilai yang besar disisi Allah SWT.
Jadi, perkataan yang benar merupakan prinsip komunikasi yang
terkandung dalam Alquran. Itu semua berarti dalam pelaksaan
word of mouth yang paling harus dijunjung tinggi adalah
perkatan yang jujur
