Eisenberger et al. (1986) mengatakan bahwa perceived
organizational support merupakan perlakuan-perlakuan dari organisasi
yang diterima oleh karyawan dan ditangkap sebagai stimulus yang
diorganisir dan diimpretasikan menjadi persepsi atas dukungan organisasi.
Pack dalam (Claudia, 2018) mengatakan bahwa perceived organizational
support sebagai persepsi karyawan tentang sejauh mana organisasi
memberikan dukungan kepada karyawannya, dan sejauh mana kesiapan
organisasi untuk memberikan bantuan bila dibutuhkan. Rhoades &
Eisenberger dalam (Ardi & Sudarma, 2015) mengatakan bahwa dukungan
organisasi yang dirasakan karyawan ini dinilai sebagai kepastian akan
tersedianya bantuan dari organisasi ketika bantuan tersebut dibutuhkan
untuk mendukung pelaksanaan tugas karyawan agar dapat berjalan secara
efektif serta untuk menghadapi situasi-situasi yang mengandung tekanan.
Persepsi dukungan organisasi yang dirasakan merupakan tingkat sejauh
mana para pekerja mempercayai bahwa organisasi menilai kontribusinya
dan peduli terhadap kesejahteraan karyawan (Robbins & Judge, 2015).
Banyak teori yang berbeda-beda mengenai perceived
organizational support. Berdasarkan dari berbagai teori tersebut, pada
penelitian kali ini penulis menggunakan teori perceived organizational
support dari (Eisenberger & Huntington, 1986). Eisenberger et al. dalam
(Wijaya & Yuniawan, 2017) mengatakan indikator perceived
organizational support adalah sebagai berikut: kesejahteraan karyawan,
dukungan atasan, penghargaan, kondisi kerja.
1. Kesejahteraan Karyawan
Menjelaskan sejauh mana perusahaan peduli terhadap kesejahteraan
karyawannya menyangkut tentang penempatan di perusahaan, dan
aturan-aturan di perusahaan yang tidak hanya penting bagi perusahaan
tetapi juga memberi kesejahteraan pada karyawan.
2. Dukungan Atasan
Indikator ini menjelaskan tentang sejauh mana atasan memberi
perhatian dan peduli terhadap para karyawannya.
3. Penghargaan
Bentuk penghargaan dari perusahaan yang diberikan kepada karyawan
seperti pengakuan, gaji, bonus, dan kesempatan promosi.
4. Kondisi Kerja
Salah satu bentuk dukungan organisasi dengan adanya kondisi kerja
yang aman dan nyaman bagi karyawan.
Penghargaan yang diberikan oleh perusahaan dianggap
memberikan keuntungan bagi karyawan, seperti adanya perasaan diakui
dan, memperoleh gaji dan promosi, mendapatkan berbagai akses
informasi, serta beberapa bentuk bantuan lain yang dibutuhkan karyawan
untuk dapat menjalankan pekerjaannya. Jika karyawan merasa bahwa
dukungan perusahaan yang diterimanya tinggi, maka karyawan tersebut
akan menempatkan diri sebagai anggota ke dalam identitas diri mereka,
dengan begitu karyawan akan merasa menjadi bagian dari perusahaan dan
akan bertanggung jawab untuk berkontribusi pada perusahaan. dan
memberikan kinerja secara maksimal.
Faktor yang mempengaruhi perceived organizational support
adalah kebutuhan sosioemosional seperti: respect (penghargaan), caring
(kepedulian), dan tangible benefit seperti gaji dan tunjangan kesehatan.
Perasaan dihargai oleh organisasi membantu mempertemukan kebutuhan
karyawan akan approval (persetujuan), esteem (penghargaan) dan
affiliation (keanggotaan).
Akibat dari perceived organizational support yang tinggi akan
mengarah kepada tingginya kepuasan kerja dan menurunkan tingkat
turnover (Robbins & Coulter, 2009)
