Menurut Grundey (2008) membagi Experiential Marketing menjadi empat
kunci karakteristik antara lain :
1. Pengalaman Konsumen
Perbedaan pemasaran tradisional dengan Experiential Marketing adalah
pengalaman konsumen menunjukkan tindakan dan sikap yang positif. Hasil dari
pengalaman membuat sesorang berpikir dan panca indera sesorang terangsang.
Pengalaman menunjukkan sensitif , karakteristik kognitif emosional dari
perilaku, karakter, sudut pandang, dan nilai-nilai, yang menyamakan kedudukan
dengan nilai-nilai fungsional .
2. Situasi Konsumen
Berdasarkan pengalaman yang telah ada konsumen tidak hanya
menginginkan suatu produk yang dilihat dari keseluruhan situasi pada saat
mengkonsumsi produk tersebut tetapi juga dari pengalaman yang di dapatkan
pada saat mengkonsumsi produk tersebut.
3. Mengenali aspek rasional dan emosional sebagai pemicu dari konsumsi.
Pengaruh perilaku konsumen bukan hanya dilihat dari sisi rasional saja
melainkan juga dari sisi emosionalnya. Jangan memperlakukan konsumen
sebagai pembuat keputusan yang rasional tetapi konsumen lebih menginginkan
untuk dihibur, dirangsang serta di pengaruhi secara emosional dan ditantang
secara kreatif.
4. Metode dan perangkat bersifat elektrik
Metode dan perangkat untuk mengukur pengalaman seseorang lebih bersifat
elektrik. Maksudnya lebih bergantung pada objek yang akan diukur atau lebih
mengacu pada setiap situasi yang terjadi daripada menggunakan suatu standar yang
sama. Pada Experiential Marketing, merek bukan hanya sebagai pengenal badan
usaha saja, melainkan lebih sebagai pemberi pengalaman positif pada konsumen
sehingga konsumen merasakan puas setelah mengkonsumsi produk/jasa.
