Kemampuan Kerja

 

Didalam melaksanakan tugas, kenyataan menunjukkan bahwa kemampuan kerja cukup memiliki andil menentukan tentang hal apa yang dapat dikerjakan dalam rangka pencapaian tujuan tertentu. Kemampuan kerja biasanya menunjukkan potensi untuk melaksanakan suatu pekerjaan sesuai dengan kesanggupan, ketrampilan dan pengetahuannya. Kemampuan yang tinggi pada seorang pegawai akan berdampak positif terhadap peningkatan prestasi kerjanya. Artinya semakin mampu seorang pegawai untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan akan semakin banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan dan menjaga kualitas kerjanya.

Mengenai batasan pengertian dari kemampuan, penulis mengutip beberapa pendapat ahli, seperti dikemukakan oleh Victor H. Vroom sebagai berikut:

“Kemampuan biasanya menunjukkan potensi untuk melaksanakan tugas yang mana mungkin atau tidak mungkin digunakan. Ini menunjukkan pada apa yang dapat dikerjakan oleh seseorang dan bukan apa ia mengerjakan pekerjaan itu”. (Vroom, 1964:198).

 

Sedangkan Purwadarminta mengemukakan sebagai berikut:

“Kemampuan adalah sebagai kesanggupan, kecakapan dan kekuatan serta kekayaan”. (Purwadarminta, 1995:109).

 

Secara lebih luas Miftah Thoha mendefinisikan kemampuan  sebagai berikut:

“Kemampuan merupakan salah satu unsur dari kematangan, berkaitan dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dapat diperoleh dari pendidikan, latihan dan pengalaman”. (Thoha, 1998:10).

 

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan adalah suatu kekuatan kekuatan mental yang menunjukkan suatu potensi, kesanggupan, kecakapan, kekuatan untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan kesanggupan, ketrampilan, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki.

Dengan memperhatikan uraian di atas maka dapat dijelaskan bahwa seorang pegawai didalam melaksanakan pekerjaan/ tugas diperlukan adanya kekuatan mental yang menunjukkan adanya kesanggupan, kecakapan serta keahlian yang diperoleh melalui pendidikan, latihan kerja atau jabatan, ketrampilan serta pengalaman kerja didalam menjalani kehidupannya.

Dalam suatu organisasi, kemampuan pegawai dalam melaksanakan pekerjaan dapat dilihat dari adanya keahlian, kecakapan dan kesanggupan dalam manajemen organisasi. Oleh karena itu Terry mengatakan bahwa kemampuan kerja pegawai ditunjukkan adanya keahlian di bidang:

  1. Konsep, meliputi kemampuan mendapatkan, menganalisa dan menginterpretasikan informasi yang dibutuhkan.
  2. Human relation, merupakan kemampuan untuk mengerti orang lain dan berinteraksi dengan mereka.
  3. Administrasi, meliputi kemampuan merencanakan mengorganisasi pekerjaan dan mengawasi hasil kerja.
  4. Teknik, meliputi kemampuan menggunakan pengetahuan alat dan teknik dalam bidang pekerjaan. (Winardi, 2001:141)

 

Keahlian seseorang pegawai merupakan perwujudan pengetahuan tentang tugas dan pengetahuan tentang tugas, ini berkaitan dengan latar belakang pendidikannya. Dengan mengetahui tingkat pengetahuan dan ketrampilannya, maka dapat diperkirakan apakah seseorang mampu atau tidak melakukan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Pengetahuan dan ketrampilan seseorang hanya diperoleh melalui pendidikan. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Sondang P. Siagian sebagai berikut:

“Pengetahuan dan ketrampilan seseorang akan semakin meningkat apabila pendidikannya semakin meningkat. Dalam hal mana pendidikan itu adalah usaha sadar dan sistematis yang berlangsung dari seseorang kepada orang lain”. (Siagian, 1995:57).

 

Disamping itu, pengetahuan dan ketrampilan seseorang juga dapat diperoleh melalui latihan. Oleh karena itu seorang pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan  didalam melaksanakan pekerjaan organisasi tentu bisa diperoleh melalui latihan kerja atau latihan jabatan.

Sedangkan yang dimaksud dengan latihan itu sendiri menurut Sondang P. Siagian adalah kegiatan untuk meningkatkan kemampuan kerja seseorang atau sekelompok orang (Siagian, 1995:58). Selanjutnya kemampuan pegawai juga dapat didukung oleh pengalaman kerja yang pernah mereka miliki selama mengikuti atau melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam organisasi tertentu.

Seorang pegawai akan lebih teliti dan berhati-hati dalam bertindak yang selalu mencerminkan pada pengalaman yang mereka miliki atau alami sebelumnya untuk memperoleh hasil yang lebih baik dalam pekerjaannya. Hal tersebut senada dengan apa yang dikatakan oleh Sondang P. Siagian, bahwa keseluruhan pelajaran yang dapat diambil seseorang dalam moment atau apa saja yang dilalui dalam perjalanan hidupnya (Siagian, 1995:60).

Mengenai pengertian pengalaman, penulis mengutip pendapat Purwadarminta, yaitu apa saja yang pernah dialami, diketahui, dirasakan dan dikerjakan (Purwadarminta,1995:28). Jadi pengalaman kerja akan lebih memfokuskan pada yang pernah dialami, diketahui, dirasakan dan dikerjakan selama seseorang melaksanakan pekerjaan atau tindakan.

Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa kemampuan kerja pegawai adalah suatu kekuatan mental pegawai didalam melaksanakan tugas tanggung jawab sesuai dengan ketrampilan, kecakapan dan keahliannya yang diperoleh dari kebutuhannya. Tingkat kemampuan kerja pegawai didalam penelitian ini dapat dilihat dari tolak ukur:

  1. Kemampuan dalam bidang konsep.
  2. Kemampuan dalam human relation.
  3. Kemampuan dalam administrasi dan teknik.