Menurut Ryff (dalam Papalia, 2008) seorang individu yang memiliki
Kesejahteraan Psikologis yang positif ialah individu yang memiliki respon
positif terhadap dimensi-dimensi Kesejahteraan Psikologis. Ryff (2014)
menyebutkan bahwa Kesejahteraan Psikologis terdiri dari enam dimensi, yaitu:
a. Penerimaan Diri
Penerimaan Diri yang merupakan ciri sentral dari konsep kesehatan
mental dan juga karateristik dari orang yang teraktualisasi diri, berfungsi secara
optimal dan matang. Penerimaan diri yang baik ditandai dengan kemampuan
menerima diri apa adanya maka seseorang dimungkinkan untuk bersikap positif
terhadap diri sendiri. Sikap positif selanjutnya akan meningkatkan toleransi
seseorang akan frustasi dan berbagai kondisi yang tidak menyenangkan termasuk
keterbatasan diri tanpa merasa menyesal atau marah yang mendalam.
b. Memiliki hubungan positif dengan orang lain
Individu yang memiliki hubungan positif dengan sesamanya diharapkan
memiliki hubungan yang hangat, memuaskan dan saling percaya dengan orang
lain, peduli terhadap kesejahteraan orang lain, mampu berempati, berafeksi dan
membina kedekatan dan memahami perlunya memberi dan menerima dalam
membina hubungan dengan orang lain. Tujuan dari memiliki hubungan yang
positif adalah untuk mengembangkan sesama manusia dan diri sendiri.
b. Otonomi
Ciri utama seorang individu yang memiliki otonomi yang baik antara lain
dapat menentukan segala sesuatu seorang diri dan mandiri. Ia mampu mengambil
keputusan tanpa tekanan dan campur tangan orang lain. Selain itu orang tersebut
memiliki ketahanan dalam menghadapi tekanan sosial, dapat mengatur tingkah
laku dari dalam diri sendiri, serta dapat mengevaluasi diri standar personal.
Sebaliknya, seseorang yang kurang memiliki otonomi akan sangat
memperhatikan dan mempertimbangkan harapan dan evaluasi orang lain,
berpegangan pada orang lain untuk membuat keputusan penting, serta bersikap
konformis terhadap tekanan sosial.
c. Penguasaan Lingkungan
Individu yang matang akan mampu berpatisipasi dalam aktivitas diluar
dirinya, salah satu karateristik dari kondisi kesehatan mental adalah kemampuan
individu untuk memilih dan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kondisi
psikisnya.
Seseorang yang memiliki dimensi penguasaan lingkungan yang baik akan
memiliki keyakinan dan kompetensi dalam mengatur lingkungan. Sebaliknya
seseorang yang memiliki penguasaan lingkungan yang kurang baik akan
mengalami kesulitan dalam sehari-hari, merasa tidak mampu mengubah atau
meningkatkan kualitas lingkungan sekitarnya, serta kurang memiliki kontrol
terhadap lingkungan.
d. Tujuan Hidup
Seseorang yang memiliki nilai tinggi dalam dimensi tujuan hidup
memiliki rasa keterarahan dalam hidup, mampu merasakan arti dari masa lalu
dan masa kini, memiliki keyakinan yang memberikan tujuan hidup, serta
memiliki tujuan dan target yang ingin dicapai dalam hidup. Sebaliknya,
seseorang yang kurang memiliki tujuan akan kehilangan makna hidup,
kehilangan keyakinan yang memberikan tujuan hidup, serta tidak melihat makna
yang terkandung untuk hidupnya dari kejadian di masa lalu.
Adanya hidup yang bermakna sebagai tujuan hidup dari pribadi yang
berfungsi sepenuhnya. Setiap hal dalam hidup seringkali adalah seseuatu yang
baru, tidak dapat diramalkan, memili makna tersendiri dan unik. Individu akan
merasa hidup lebih bermakna. Perasaan seperti itu akan membuat hidup lebih
terarah dan tidak terjerat pada pengalaman masa lampau.
e. Pertumbuhan Pribadi
Realisasi diri atau aktualisasi diri merupakan sejauh mana seseorang
merealisasikan potensinya melalui kegiatan nyata yang terus menerus.
Sedangkan orang yang tahap dimensi pertumbuhan pribadinya merasa bahwa
dirinya mengalami stagnasi, kurang merasa berkembang dari waktu ke waktu,
merasa bosan dan tidak tertarik dengan kehidupan, serta merasa tidak mampu
untuk membentuk sikap atau perilaku yang baru.
