Istilah ”gaya” secara kasar dapat diartikan sama dengan ”cara”. Jadi gaya kepemimpinan digunakan oleh pemimpin sebagai cara dalam mempengaruhi para pengikut atau bawahannya. Pengertian gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang dipergunakan oleh seseorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku orang lain atau pengikutnya. Lebih lanjut Thoha menjelaskan bahwa:
”Gaya kepemimpinan adalah merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pemimpin pada saat mencoba mempengaruhi perilaku orang lain atau pengikut seperti yang dilihatnya dalam rangka usaha menselaraskan presepsi para anggota atau pengikut sehingga dapat bersikap dan berbuat untuk mencapai tujuan. (Miftah Thoha, 1998 :337).
Secara terbatas, terdapat empat hal mendasar yang melahirkan beberapa gaya kepemimpinan, yaitu :
- Keluasan wilayah para anggota dalam mengambil keputusan atau frekuensi dan intensitas penggunaan otoritas pemimpin.
- Intensitas orientasi pemimpin pada prestasi dan pada bawahan.
- Peluang bawahan terlibat mengambil keputusan bersama pemimpin.
- Dukungan dan arahan pemimpin kepada bawahan. (Thoha, 1998:298).
Dengan dasar yang pertama tersebut, dapat diperoleh sebuah kontinuum tentang perilaku gaya kepemimpinan seperti yang ada pada gambar di bawah ini :
Gambar di atas menunjukkan terdapat titik ekstrim dari kanan ke kiri, yaitu pemimpin menggunakan otoritas secara penuh dan anggota/ bawahan hampir tidak memperoleh kebebasan menentukan kebijakan keputusan yang diambil pemimpin, disebut dengan gaya kepemimpinan otokratis. Sebaliknya dari titik ekstrim kiri ke kanan, pemimpin hampir tidak mempergunakan otoritas dan mempersilakan para anggota atau bawahan ikut menentukan keputusan atau kebijakan yang akan diambil oleh pemimpin, disebut dengan gaya kepemimpinan demokratis (otokratis yang bijaksana).
Sedangkan Thoha mengemukakan empat gaya dasar kepemimpinan antara lain:
- Gaya Instruksi
Seorang pemimpin menunjukkan perilaku yang banyak memberikan pengarahan dan sedikit dukungan. Pemimpin ini memberikan instruksi yang spesifik tentang peranan dan tujuan bagi pengikutnya dan secara ketat mengawasi pelaksanaan tugas mereka.
- Gaya Konsultasi
Pemimpin menunjukkan perilaku yang banyak mengarahkan dan banyak memberikan dukungan. Pemimpin dalam gaya seperti ini mau menjelaskan keputusan dan kebijaksanaan yang diambil dan mau menerima pendapat dari pengikutnya. Tetapi pemimpin dalam gaya ini masih tetap harus memberikan pengawasan dan pengarahan dalam penyelesaian tugas-tugas pengikutnya.
- Gaya Partisipasi
Perilaku pemimpin menekankan pada banyak memberikan dukungan dan sedikit dalam pengarahan. Dalam gaya seperti ini pemimpin menyusun keputusan bersama-sama dengan para pengikutnya, dan mendukung usaha-usaha mereka dalam menyelesaikan tugas.
- Gaya Delegasi
Pemimpin memberikan sedikit dukungan dan sedikit pengarahan. Pemimpin dengan gaya seperti ini mendelegasikan keputusan-keputusan dan tanggung jawab pelaksanaan tugas kepada pengikutnya.
Dalam hal keberhasilan suatu organisasi, baik sebagai keseluruhan maupun sebagai kelompok dalam suatu organisasi, sangat bergantung pada mutu kepemimpinan yang terdapat dalam organisasi yang bersangkutan. Oleh karena itu mutu kepemimpinan yang terdapat dalam organisasi sangat menentukan/ memainkan peran yang sangat dominan dalam keberhasilan organisasi tersebut.
Gaya Kepemimpinan dalam penelitian ini diukur dengan indikator:
- Banyak memberikan pengarahan.
- Banyak memberikan dukungan.
- Melakukan pengawasan.
- Mau menerima pendapat orang lain.
