Faktor-faktor Kesejahteraan Psikologis

Diketahui bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi
Kesejahtaraan Psikologs seseorang, yaitu sebagai berikut:
a. Usia
Menurut Ryff & Keyes (dalam Malika 2008) perbedaan usia dapat
mempengaruhi dimensi-dimensiKesejahteraan Psikologis seseorang. Perbedaan
usia ini juga dapat mempengaruhi tingkat Kesejahteraan Psikologis seseorang,
dimana dimensi penguasaan lingkungan dan dimensi otonomi mengalami
peningkatan seiring bertambahanya usia serta dimensi hubungan positif dengan
orang lain juga dapat meningkat seiring bertambahnya usia.
b. Jenis Kelamin
Dalam penilitian Ryff & Keyes (dalam Malika 2008) ditemukan bahwa
wanita cenderung memiliki Kesejahteraan Psikologis dibanding laki-laki. Dimana
seorang wanita lebih mampu mengekspresikan emosi dengan bercerita dengan
orang lain, dan wanita lebih senang menjalin relasi sosial dibanding laki-laki. Hal
ini dipengaruhi pola pikir yang berpengaruh terhadap strategi koping yang
dilakukan, karena wanita lebih memiliki kemampuan intrapersonal yang lebih
baik dari laki-laki.
c. Status Sosial Ekonomi
Seorang individu yang memfokuskan dirinya pada kebutuhan materi dan
finansial sebagai tujuanya menunjukan tingkat kesejahteraan yang rendah,
dimana hal ini sejalan dengan status sosial yang dimiliki individu akan
mempengaruhi Kesejahteraan Psikologis seseorang.
d. Dukungan Sosial
Menurut Davis (dalam Pratiwi, 2000) seorang individu yang mendapatkan
dukungan sosial memiliki tingkat Kesejahteraan Psikologis yang lebih tinggi.
e. Religiusitas
Dalam hakikatnya seorang indidvidu yang memiliki tingkat religiusitas
yang tinggi akan lebih mampu memaknai hidupnya secara positif dan menjadikan
hidupnya lebih bermakna.
f. Kepribadian
Ryff dan Keyes(dalam Malika : 2008) mengatakan bahwa salah satu faktor
yang mempengaruhi Kesejahteraan Psikologis adalah kepribadian. Idndividu
yang memiliki kepribadian yang sehat adalah individu yang memiliki coping skill
yang efektif, sehingga individu tersebut mampu mengahindari stres dan konflik,
memiliki banyak kompetensi pribadi dan sosial, seperti penerimaan diri dan
mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan.