Indikator Kinerja

Menurut Robbins (dalam Bintoro, Daryanto, 2017 : 107) indikator untuk mengukur kinerja karyawan secara individu, yaitu :

 

  1. Kualitas

Kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan.

 

  1. Kuantitas

Merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.

 

  1. Ketepatan Waktu

Merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.

 

  1. Efektivitas

Merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi (tenaga, uang, teknologi, bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya.

 

  1. Kemandirian

Merupakan tingkat seorang karyawan yang nantinya akan dapat melaksanakan fungsi kerjanya komitmen kerja. Merupakan suatu tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab karyawan terhadap perusahaan dimana dia bekerja.

Sedangkan Agus Dharma dalam bukunya Manajemen Supervisi (2003:355)mengatakan hampir semua cara pengukuran kinerja mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.

  1. Kuantitas, yaitu jumlah yang harus diselesaikan atau dicapai. Pengukuran kuantitatif melibatkan perhitungan keluaran dari proses atau pelaksanaan kegiatan. Ini berkaitan dengan jumlah keluaran yang dihasilkan.
  2. Kualitas, yaitu mutu yang harus dihasilkan (baik tidaknya). Pengukuran kualitatif keluaran mencerminkan pengukuran ”tingkat kepuasan”, yaitu seberapa baik penyelesaiannya. Ini berkaitan dengan bentuk keluaran.
  3. Ketepatan waktu, yaitu sesuai tidaknya dengan waktu yang direncanakan. Pengukuran ketepatan waktu merupakan jenis khusus dari pengukuran kuantitatif yang menentukan ketepatan waktu penyelesaian suatu kegiatan.

Menurut Moheriono (dalam Abdullah, 2014 : 152) kategori untuk ukuran kinerja, yaitu :

  1. Efektif

Indikator ini mengukur derajat kesesuaian yang dihasilkan dalam mencapai sesuatu yang diinginkan. Indikator efektivitas ini menjawab pertanyaan apakah kita melakukan sesuatu yang sudah benar (are we doing the right).

  1. Efisien

Indikator ini mengukur derajat kesesuaian proses menghasilkan output dengan menggunakan biaya serendah mungkin. Indikator efektivitas ini menjawab pertanyaan apakah kita melakukan sesuatu dengan benar (are we doing things right?).

  1. Kualitas

Indikator ini mengukur derajat kesesuaian antara kualitas produk atau jasa yang dihasilkan dengan kebutuhan dan harapan konsumen.

  1. Ketepatan Waktu

Indikator ini mengukur apakah pekerjaan telah diselesaikan secara benar dan tepat waktu.

  1. Produktivitas

Indikator ini mengukur tingkat efektivitas suatu organisasi.

  1. Keselamatan

Indikator ini mengukur kesehatan organisasi secara keseluruhan serta lingkungan kerja para karyawan ditinjau dari aspek kesehatan.

Dalam penelitian ini, Peneliti menggunakan indikator kinerja Robbins (dalam Bintoro, 2017:107 ). Hal tersebut dikarenakan indikator – indikator kinerjanya yaitu : Kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektifitas, kemandirian, lebih sesuai dengan objek penelitian tentang Kualitas Kinerja Koperasi Simpan Pinjam Buana Jasa Kota Magelang.