Pengertian Kesejahteraan Psikologis

Menurut Ryff (1989) individu bisa dikatakan memiliki
kesejahteraan psikologis yang baik apabila bebas dari
indikator Kesehatan mental negatif, seperti tervevas dari
kecemasan, tercapainya suatu kebahagiaan dan lain-lain.
Hal yang lebih penting untuk diperhatikan adalah individu
memiliki rasa akan penerimaan diri, hubungan positif dengan
orang lain, otonomi, kemampuan untuk memiliki rasa akan
pertumbuhann dan pengembangan pribadi secara
berkelanjutan, Ryff juga mengatakan bahwa kesejahteraan
psikologis menggambarkan sejauh mana individu merasa
nyaman, damai, dan bahagia berdasarkan penilaian subjektif
serta bagaimana mereka memandang pencapaian potensi
yang mereka miliki. Ryff (dalam Carr, 2004) mengartikan
kesejahteraan psikologis merupakan suatu dorongan untuk
menggali potensi diri individu secara keseluruhan. Dorongan
tersebut dapat menyebabkan individu menjadi rendah atau
berusaha untuk memperbaki keadaan hodup yang akan
membuat kesejahteraan individu tersebut menjadi lebih
tinggi. Menurut Ryff dan Singer (2008) kesejahteraan
psikologis ada dua poin utama. Pertama, kesejahteraan yang
menekankan pada proses pemenuhan dan pertumbuhan
individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.
Kedua, menekankan pada pengaturan efektif dari sistem
fisiologis untuk mencapai suatu tujuan.
Diener (dalam Papalia, 2008) mengatakan bahwa kesejahteraan psikologis merupakan
perasaan subjektif dan evaluasi individu terhadap dirinya sendiri.Kesejahteraan psikologis
adalah suatu kondisi tercapainya kebahagiaan tanpa adanya gangguan psikologis yang
ditandai dengan kemampuan individu mengoptimalkan fungsi psikologisnya. Doyle dan
Hanks (dalam Lakoy, 2009) menuturkan kesejahteraan psikologis merupakan bentuk
refleksi dari happiness, emotional well being, dan posititive mental health. Emotional well
being merupakan pikiran dan perhatian berkaitan dengan perasaan depresi, kecemasan
dan frustrasi, harapan hidup, kemampuan untuk relaks, dan bahagia dalam hidup. Selain
itu Huppert (2009) mendefinisikan bahwa kesejahteraan psikologis adalah kondisi hidup
manusia yang berjalan dengan baik. Hal ini merupakan kombinasi dari perasaan yang
baik dan berfungsi secara efektif, orang-orang dengan kesejahteraan psikologis yang
tinggi memiliki perasaan senang, mampu mendapat dukungan dan puas dengan
kehidupannya. Kemudian.
Ramos (2010) menjelaskan bahwa kesejahteraan psikologis adalah kebaikan,
keharmonisan, menjalin hubungan yang baik dengan orang lain baik dengan personal
maupun kelompok. Robertson dan Cooper (2011) memberikan pengertian tentang
kesejahteraan psikologis ditempat kerja sebagai tingkat perasaan dan tujuan psikologis
yang dirasakan seseorang di tempat kerja. Daniella (2012) mengartikan kesejahteraan
psikologis adalah tingkat kemampuan individu dalam menerima dirinya apa adanya,
membentuk suatu hubungan yang hangat dengan orang lain, mandiri terhadap tekanan
sosial, mengontrol lingkungan luar, memiliki arti dalam hidup, serta merealisasikan
potensi dirinya secara konsisten. Individu dapat dikatakan memperoleh kesejahteraan
psikologis apabila dirinya memiliki penilaian positifi terhadap diri sendiri, mampu
bertindak secara otonomi, menguasai lingkungannya, memiliki tujuan dan makna hidup,
perkembangan kepribadian. Menurut Diener (dalam Dewanto & Retnowati, 2015)
kesejahteraan psikologis mewakili fungsi manusia yang optimal yaitu makna hidup dan
tujuan hidup, hubungan yang saling mendukung dan menguntungkan, keterlibatan dan
ketertarikan, berkontribusi terhadap diri dan oranglain.