Faktor-faktor Self-Regulation

Bandura (sebagaimana dikutip dalam Feist & Feist, 2012) mengatakan
bahwa faktor eksternal dan faktor internal merupakan dua faktor yang
berpengaruh dalam proses self-regulation untuk memunculkan sebuah
perilaku. Faktor eksternal mempengaruhi self-regulation dengan dua cara,
yaitu:
1. Evaluasi dari perilaku individu dengan menggunakan standar
tertentu. Faktor lingkungan yang memiliki pengaruh personal pada
individu dapat membentuk sebuah standard individual untuk evaluasi.
2. Mendapatkan penguatan atau reinforcement dengan cara
memberikan sebuah dukungan.
Faktor internal yang disebutkan oleh Bandura (sebagaimana dikutip dalam
Feist & Feist, 2012) terdapat 3 kebutuhan internal dalam proses self-regulation
yang akan dilakukan secara terus menerus, yaitu:
1. Observasi Diri
Individu harus memonitor performa yang dimiliki oleh seseorang
dan memberikan perhatian lebih terhadap beberapa aspek dari perilaku
serta melupakan sesuatu hal yang menghalangi proses pencapaian
sesuatu dengan sepenuhnya.
2. Proses Penilaian
Individu harus melakukan penilaian dan evaluasi dari performa
seseorang. Pada proses penilaian ini dapat membantu sebuah proses
self-regulation melalui proses mediasi kognitif. Proses penilaian dapat
tergantung oleh standar yang telah ditentukan, performa rujukan,
pemberian nilai dalam kegiatan yang telah dilakukan dan atribusi
terhadap performa seseorang.
3. Reaksi Diri
Individu dapat merespons baik secara positif atau negatif terhadap
sebuah perilaku, hal tersebut dapat tergantung pada bagaimana perilaku
memenuhi sebuah standar yang telah ditentukan serta dapat
menciptakan insentif untuk sebuah tindakan melalui reinforcement atau
punishment.