Kerja yang dilakukan perlu dinilai dengan cermat untuk mengetahui hasil
kerja yang diperoleh sesuai dengan yang diinginkan organisasi atau tidak.
Penilaian kinerja pada dasarnya merupakan faktor kunci guna mengembangkan
suatu organisasi secara efektif dan efisien, karena adanya kebijakan atau program
yang lebih baik atas sumber daya manusia yang ada dalam organisasi, penilaian
kinerja individu sangat bermanfaat bagi dinamika pertumbuhan organisasi secara
keseluruhan, melalui penilaian tersebut maka dapat diketahui kondisi sebenarnya
tentang bagaimana kinerja karyawan.
Hasibuan (2002:97) menjelaskan bahwa penilaian kinerja adalah kegiatan
manajer untuk mengevaluasi perilaku dan prestasi kerja karyawan serta
menetapkan kebijaksanaan selanjutnya. Dengan demikian penilaian kerja yang
dilakukan seseorang karyawan tergantung kepada kinerjanya. Jadi, penilaian
kinerja menurut pendapat diatas adalah menilai :
1. Pekerjaan
2. Perilaku
3. Hasil
4. Tingkat ketidakhadiran
Handoko (2003:135) menyatakan bahwa penilaian kinerja (performance
appraisal) adalah proses melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau
menilai kinerja karyawan. Kegiatan ini dapat memperbaiki keputusan-keputusan
personalia dan memberikan umpan balik kepada para karyawan tentang
pelaksanaan kerja mereka. Dengan penilaian kerja dapat menjadi petunjuk dan
selanjutnya menjadi bahan masukan bagi personalia untuk menentukan jenjang
karir bagi karyawan.
Handoko (2003:139) menerangkan bahwa secara garis besar prosedur
penilaian pelaksanaan pekerjaan (kinerja) adalah sebagai berikut :
a. Bagian personalia mengirimkan daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan kepada
pejabat yang memiliki dalam lingkungan pengawasan / bimbingannya.
b. Pejabat penilai wajib untuk melaksanakan suatu penilaian atas hasil kerja
karyawan.
c. Setelah menilai dan mengisi daftar penilaian pelaksanaan, maka daftar tersebut
diberikan kepada karyawan yang dinilai untuk dipelajari dan ditanda tangani
sebagai tanda setuju.
d. Bila karyawan keberatan atas penilaian atasannya maka ia dapat mengajukan
keberatan diserta alasan logis.
e. ada tahap yang sama karyawan yang dinilai wajib mengembalikan daftar
tersebut.
f. Apabila setelah karyawan yang dinilai mempelajari dan menyetujui penilaian
(point c) maka pejabat penilai tanpa cacat / perbaikan-perbaikan.
g. Apabila pejabat penilai mendapatkan alasan-alasan yang logis dan cukup kuat,
maka dapat dilakukan perubahan nilai yang telah dibuat oleh pejabat penilai.
Prosedur penilaian perlu dilakukan agar didalam penilaian tidak terdapat
kesalahan yang berarti. Hal ini mengingat didalam melakukan penilaian si penilai
akan merasa kesulitan menentukan penilaian yang objektif jika prosedur penilaian
tidak diperhatikan. Apabila penilaian dapat dilakukan secara objektif diharapkan
hasil dari penilaian akan dapat membantu atasan untuk mengambil keputusan dan
akan dapat meningkatkan karir karyawan itu sendiri.
Menurut Bernardin dan Russel (2006:379) “a way of measuring the
contribution of individuals to their organization”. Penilaian kinerja adalah cara
mengukur konstribusi individu (karyawan) kepada organisasi tempat mereka
bekerja.
