Pekerjaan dan keluarga merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan karena
keduanya saling bergantung dan mempunyai hubungan dinamis satu dengan yang lain. Konflik
dapat terjadi karena tuntutan peran dari pekerjaan dan keluarga tidak dapat disejajarkan, alhasil
tanggung jawab di salah satu peran tidak dapat terlaksana dengan baik. Pernyataan di atas
tersebut menurut Widianto & Perdhana (2018) dan mengatakan konflik peran ganda (work
family conflict) berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja. Penelitian menurut
Widianto & Perdhana (2018) mengatakan role ambiguity berpengaruh negatif signifikan
terhadap kepuasan kerja. Retnaningrum & Musadieq (2016) mengatakan diduga ada pengaruh
signifikan antara work family interference with family terhadap kepuasan kerja
