Kepuasan kerja (Job Saticfaction) adalah cerminan dari perasaan pekerja terhadap
pekerjaannya, akan terlihat sikap positif pekerja terhadap pekerjaannya jika merasa puas,
sebaliknya jika pekerja merasa tidak puas dengan pekerjannya maka akan bersikap negatif
(Churiyah, 2007). Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya kepuasan kerja ada dua, yang
pertama adalah lingkungan kerja di dalam pekerjaannya dan yang kedua adalah ciri-ciri
kepribadian yang dimiliki seseorang (Nolandari, Henmaidi, & Hasan, 2016), beberapa
faktornya sebagai berikut: (a) Faktor Individual. Kepuasan kerja diartikan sebagai hal yang
positif dari hasil penilaian di dalam pekerjaan yang telah dilakukannya. Kepuasan kerja ini bisa
juga dijadikan sebagai hasil evaluasi yang membandingkan standar dengan lingkungan kerja.
Yang meliputi faktor individual antara lain, kebutuhan yang dimiliki, nilai yang dianut, dan
sikap kepribadian seseorang. (b) Faktor Di Luar Individual. Pekerjaan itu sendiri (work),
meliputi tugas-tugas yang diberikan, kesempatan untuk dapat belajar, variasi di dalam
pekerjaan, dan banyaknya pekerjaan.
Mutu pengawasan dan pengawas (supervision), hubungan antara karyawan dengan
senior atau atasan, pengawasan kerja dan kualitas kerja. Rekan sekerja (co-warkers), meliputi
hubungan dengan teman kerja atau rekan seprofesi. Promosi (promotion), berhubungan erat
dengan kenaikan pangkat atau jabatan seseorang, pengembangan karir, dan kesempatan untuk
maju. Gaji yang diterima (pay), meliputi besar kecilnya gaji karyawan, kesesuaian gaji dengan
pekerjaan. Kondisi kerja (working conditions), termasuk jam kerja, lingkungan kerja, waktu
istirahat, keamanan, dan peralatan kerja. Perusahaan dan manajemen (company and
management), berhubungan dengan kebijaksanaan perusahaan, perhatian perusahaan yang
diberikan kepada kepentingan karyawannya, dan sistem penggajian. Keuntungan bekerja di
perusahaan tersebut (benefits), meliputi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan, pensiunan,
cuti, THR (Tunjangan Hari Raya), dan tunjangan sosial lainnya. Pengakuan (recognition),
seperti pujian atas pekerjaan yang sudah dilakukan, penghargaan terhadap prestasi karyawan
dan kritikan yang membangun untuk menjadi lebih baik lagi.
