Monday effect pada Bursa Efek Indonesia (skripsi,tesis,disertasi)

Monday effect adalah fenomena dimana return pada hari
Senin cenderung negatif, sedangkan return positif terjadi pada hari
– hari lainnya dalam seminggu. Kamaludin menemukan adanya
day of the week effect pada Bursa Efek Jakarta untuk periode 1999
-2003, dimana return terendah terjadi pada hari Senin dan return
tertinggi pada hari Jumat (Kamaludin, 2004).
(Lakonishok dan Marbely, 1996) dalam penelitiannya
mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi return saham harian di
New York Stock Exchange (NYSE). Lakonishok dan Marbely
berpendapat bahwa return saham di NYSE dipengaruhi oleh pola
30
aktivitas perdagangan harian yang dilakukan oleh investor
individual. Tingginya aktivitas perdagangan hari Senin
dikarenakan adanya keinginan investor individual untuk menjual
saham lebih tinggi daripada keinginan untuk membeli saham. Dari
aktivitas tersebut memberikan dampak sehingga harga saham
cenderung rendah untuk perdagangan pada hari Senin
dibandingkan dengan hari perdagangan lainnya.
Penelitian (Abraham dan Ikenberry, 1994) menyatakan
bahwa investor individual ketika mengetahui adanya berita atau
informasi yang buruk di pasar cenderung aktif menjual saham pada
hari perdagangan Senin. (Cahyaningdyah, 2004) melakukan
penelitian yang memberikan hasil terdapat bukti Senin terdapat
return paling rendah (Monday effect) serta pada hari Jum’at
terdapat return paling tinggi (weekend effect).
Penelitan yang dilakukan oleh Miller (1988) menunjukkan
adanya return saham terendah pada hari Senin dibanding hari
perdagangan lainnya. Menurut pendapat Miller, return saham
negatif atau paling rendah pada hari Senin dikarenakan selama
akhir minggu hingga pada hari perdagangan Senin, investor lebih
senang untuk melakukan aktivitas menjual saham melebihi
kecenderungan untuk melakukan aktivitasmembeli saham,
sehingga pada perdagangan hari Senin, pasar mengalami banyak
permintaan jual (sell order).
Rystorm dan Benson (1989) dalam penelitiannya mengenai
adanya pengaruh pendekatan psikologis terhadap hasil perolehan
aktivitas investasi. Terjadinya perubahan harga saham yang
dikarenakan oleh (behaviour) dari investor. Menurut Rystorm dan
Benson, Keputusan investasi dari investor dipengaruhi oleh
perilaku yang tidak rasional seperti emosi atau mood investor. Dari
psikologis investor yang menunjukkan adanya perilaku tidak
rasional menganggap hari Senin adalah hari yang buruk (bad
day).Hal tersebut dapat membuat investor melakukan perilaku
tidak rasional seperti mood investor saat melakukan aktivitas
investasi. Dari perilaku tersebut membuat harga saham pada hari
Senin menjadi penurunan.