Atribut Kredibilitas dan Daya Tarik Endorser (skripsi, tesis, dan disertasi)

Ketika selebriti dan YouTube vlogger memanfaatkan konten mereka untuk mendukung strategi pemasaran produk/brandsebagai endorser, efektivitasnya dalam memengaruhi keputusan konsumendiukur dengan kredibilitas dan daya tarik.Penilaian kredibilitas endorser didasari teori kredibilitas sumber atau Source Credibility Theory(Hovland & Weiss, 1951),yakni sumber yang kredibel dapat meningkatkan efektivitas pesan yang disampaikan, sehingga membentuk respon yang positif dari penerima pesan. Penilaian terhadap daya tarik endorser jugadianggap penting dalam efektivitas pemasaran.Royan (2004) (dalam Wihayati, 2017) menyebutkan bahwa daya tarik dari seorang endorsertidak terlepas dari dua hal penting, yaitu tingkat kesukaan atau kegemaran saat endorserdilihat sehingga penonton menyukai konten yang ditampilkan (attractiveness) dan tingkat kesamaan personalitas yang ingin

 dimiliki konsumen, sehingga konsumen merasa sama dengan endorser (similarity). Kedua atribut penting tersebut banyak dikembangkan dalam ilmu komunikasi pemasaran oleh berbagai akademisi, salah satunya Shimp yang membuat model atribut kredibilitas celebrity endorser, yang digunakan untuk menilai efektivitas figur-figur terkenal yang digunakan dalam kegiatan periklanan.Atribut celebrity endorseryang disusun dinamakan TEARS model (Shimp, 2003)yang terdiri dari lima aspek berikut: 1.Trustworthiness(kepercayaan), mengacu pada kejujuran danintegritas endorser.2.Expertise(keahlian), mengacu pada pengalaman dan pengetahuan endorserterkait produk atau jasa yang didukung.3.Respect(penghargaan), mengacu pada seberapa besar penghargaan atas pencapaian atau prestasi yang dimiliki oleh endorser.4.Attractiveness(daya tarik), seberapa menariknya penampilan fisik endorsermenurut persepsi audiens.5.Similarity(kesamaan), yaitu seberapa sama audiensmembandingkan dirinya dengan endorser.Sekalipun model ini dibuat untuk mengukur kredibilitas celebrity endorser (aktor, atlit, figur pemerintah) dalam iklan konvensional, beberapa penelitian menunjukkan bahwa model TEARS dapat digunakan untuk mengukur kredibilitas YouTube vloggersebagai pendukung strategi pemasaran. Penelitian berjudul “The Effects of Vlogger Credibility as Marketing Media on Brand Awareness to Customer Purchase Intention” menganalisis pengaruh kredibilitas YouTube vloggerArief Muhammad terhadap minat beli pengguna e-commerce pariwisata Traveloka, dan pengukuran menggunakan atribut TEARS menemukan bahwa kredibilitas dan daya tarik Arief Muhammad berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli(Nugraha & Setyanto, 2018).