Secara global, mobile payment semakin menarik perhatian dari berbagai
kalangan baik konsumen atau para merchant. Ketertarikan tersebut dikarenakan
mobile payment dapat membuat pembayaran barang, layanan, dan tagihan menjadi
lebih mudah dan fleksibel. Mobile payment digunakan sebagai alternatif dari
penggunaan uang tunai, cek, atau kartu kredit. Konsep dari mobile payment adalah
suatu proses yang setidaknya mencakup satu transaksi keuangan dengan aman
menggunakan perangkat seluler (seperti smartphone, PDA, atau perangkat nirkabel
lainnya) dan melaui jaringan seluler atau teknologi nirkabel (seperti NFC,
Bluetooth, RFID, dll) (Oliveira, 2016). Suatu mobile payment harus memenuhi
beberapa kriteria yaitu (Karnouskos, 2004):
1. Simplicity and Usability
Simplicity and Usability menjadi salah satu kriteria yang sangat
dibutuhkan bagi para calon pengguna. Kesederhanaan tampilan dan
kemudahan dalam pengaksesan mobile payment namun tidak
mengurangi fungsi menjadi hal yang diharapkan.
2. Universality
Universality merupakan kemampuan mobile payment agar dapat
diakses oleh siapapun dan kapanpun dalam cakupan domestik, regional,
atau global. 3. Interoperability
Interoperability merupakan kemampuan aplikasi untuk melakukan
interaksi dengan sistem lain.
4. Security, Trust, Privacy
Security, Trust, Privacy merupakan 3 hal krusial yang harus dijaga
oleh penyedia layanan mobile payment. Keamanan yang disediakan oleh
mobile payment harus dapat menjamin data dan privasi pengguna agar
tidak terjadi penyalahgunaan oleh pihak yang tidak memiliki hak. Hal
tersebut menjadi sangat penting karena pada saat pengguna menyimpan
kartu ATM atau kartu kredit ke dalam aplikasi dan keamanan dari
aplikasi tidak memadai, maka dapat menimbulkan kerugian bagi
pengguna. Selain itu, jika terjadi kerugian akan membuat kepercayaan
pengguna juga akan berkurang.
Secara umum, mobile payment dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu
(Karnouskos, 2004):
1. E-wallet
E-wallet merupakan aplikasi pembayaran yang diletakkan pada
ponsel. E-wallet dapat bersifat lokal yaitu e-wallet yang telah
disediakan oleh smartphone dan juga yang bersifat remote yaitu ewallet yang disediakan oleh penyedia layanan dan didapatkan dengan
cara mengunduh aplikasinya.
2. Berbasis IrFM
IrFM merupakan salah satu hasil pengembangan dari mobile
payment yang lebih populer di negara Jepang dan Korea seperti yang
dilakukan oleh South Korea Telecom, VIVOTech, Zoop, dll.
3. Berbasis RFID (Smart Phone Covers)
RFID atau yang biasanya dikenal dengan “Contactless Chip Cards”
atau “RF-tag” merupakan pengembangan dari mobile payment yang
berbentuk chip yang di bagian luar ponsel. Namun, seiring dengan
perkembangan teknologi chip RFID telah menjadi bagian internal dari
smartphone. Berdasarkan lokasi penggunaan untuk transaksi, mobile payment dibagi
menjadi 2 yaitu (Karnouskos, 2004):
1. Remote Transaction
Remote Transaction merupakan transaksi yang dapat dilakukan
pada lokasi yang bebas sesuai dengan posisi pengguna. Contohnya
adalah layanan top-up prabayar, uang tunai digital, pembelian mTickets, dll.
2. Proximity/Local Transaction
Proximity/Local Transaction merupakan transaksi yang hanya dapat
dilakukan pada satu lokasi tertentu. Contohnya adalah pembayaran mParkir, pembayaran pada Point of Sale (POS) yang masih konvensional,
penarikan uang di ATM, dll
