Pengertian Role Theory dan Social Exchange Theory (skripsi, tesis, dan disertasi)

Pada role theory, seorang pemimpin memiliki ekspektasi peran terhadap
bawahan dan sejauh mana bawahan dapat memenuhi harapan pemimpin tersebut
akan membantu pembentukan relasi (Kang, D., & Stewart, J, 2006). Graen &
Scandura (1987) mengusulkan model tiga fase pengembangan LMX yaitu role
taking ketika individu menerima tanggung jawab, role making ketika bawahan
mengerjakan tugas dan role routinisation dimana peran dijalankan secara rutin.
Dalam tahapan role making, derajat dimana bawahan menyanggupi tugas dan
menunjukan kelayakannya dalam melakukan tugas tersebut dapat turut
mempengaruh jenis relasi LMX yang terbentuk. Kualitas LMX yang terbentuk, menentukan tugas dan autonomi yang diberikan pemimpin kepada bawahan, dalam hal
ini pemimpin dan bawahan memiliki relasi yang didasarkan pada peran (Dienesch &
Liden, 1986).
Social exchange theory berfokus pada pertukaran antara atasan dan bawahan
yang tidak didasarkan oleh peran. Menurut Blau (1964, p. 91) social exchange
merujuk pada aksi volunter individu yang termotivasi oleh ekspektasi return atau
keuntungan dari interaksi sosial tersebut sebagai urutan awal dari pembentukan
relasi antara kedua pihak tetapi ekspekasi tersebut tidaklah pasti (dalam Cook, K. S.,
& Rice, E, n.d.). Menurut Uhl-Bien, M., Graen, G & Scandura, T (2000) social
exchange merupakan interaksi awal diikuti dengan pertukaran sosial dimana
individu melakukan tes untuk memutuskan apakah mereka mampu membangun
komponen relasi kepercayaan, rasa hormat dan hal lain yang dibutuhkan untuk
membangun kualitas pertukaran sosial yang baik. Kualitas LMX yang akan
terbentuk ditentukan oleh ekspektasi dari pertukaran sosial dan kepuasan terhadap
perilaku pertukaran sosial tersebut