Aliran kas bisa disebut juga sebagai arus kas. Istilah yang sering dipakai adalah arus kas. Menurut PSAK No. 2 paragraf 5 (IAI, 2014) arus kas merupakan arus masuk dan arus keluar atau setara kas (investasi yang memiliki sifat sangat liquid, berjangka pendek, dan dengan cepat yang dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu dalam menghadapi beberapa risiko perubahan nilai yang signifikan). PSAK No 2, menjelaskan tujuan informasi arus kas yaitu memberikan sebuah informasi yang rinci mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan selama suatu periode akuntansi.
Laporan arus kas termasuk laporan keuangan pokok. Laporan arus kas memiliki tujuan yaitu melaporkan arus kas (penerimaan dan pengeluaran) selama periode tertentu dan dikelompokkan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Aliran kas operasi dapat dihitung berdasarkan total aliran kas operasi pada tahun berjalan. Menurut Ardian, Lukman, & Henny (2019) Volatilitas memiliki arti besaran pengukuran untuk tingkat fluktuasi harga selama periode tertentu, sedangkan volatilitas arus kas sendiri memiliki pengertian tingkat fluktuasi arus kas operasional dari tahun ke tahun. Untuk mengukur persistensi laba diperlukan sebuah informasi arus kas yang stabil, dalam artian memiliki volatilitas yang kecil. Jika arus kas berfluktuasi tinggi maka sulit untuk memprediksi arus kas dimasa berikutnya (Rahmadhani , 2016).
