Sikap Boundaryless (Skripsi, tesis, dan disertasi)

Gagasan tentang orientasi karir boundarylessdikaitkan dengan ‘physical mobility’(Sullivan & Arthur, 2006), di seluruh organisasi, pekerjaan,dan geografi, dan ‘boundaryless mindset’, yang digambarkan oleh Briscoe, Hall, dan DeMuth (2006: 31) sebagai kapasitas dari seorang individu untuk bisa ‘memulai dan mengejar hubungan kerjayang luas di seluruh batas organisasi’. Sikapboundarylessakan mendorong individu untuk selalu mencari berbagai dukungan dan peluang yang tersedia di luar tempat kerja mereka pada saat ini, dapat meningkatkan kemampuan dalam menangani segala perubahan secara lebih baik (Briscoe et al., 2012),dan terkait dengan kesuksesan karir (Inkson, 2006).Sullivan dan Arthur (2006) juga menjelaskan tentang apa yang menentukan seorang individu untuk bisa diposisikan ke dalam orientasi boundaryless, berdasarkan sejauh mana mereka telah menampilkan kedua dimensi berikut ini yaitu:‘boundaryless mindset’dan ‘physical mobility’. Eby, Butts, dan Lockwood (2003) juga berpendapat bahwa seseorang yang memiliki sikap manajemen karir boundarylessakan menekankan pentingnya untuk dapat membangun jaringan sosial dan hubungan kerja, dan kemampuanuntuk bisa lebih memahami identitas dari dirinya sendiri (Arthur, 1994).Menurut pendapat lain dari Briscoe dan Hall (2005) sikap manajemen karir boundarylessdidefinisikan sebagai individu yang memiliki kemampuan untuk dapat mengembangkan karirnya secara lintas organisasi bahkan lintas budaya