Brigham (dalam Dayakisni, 2009) menyebutkan faktor yang menentukan
tindakan prososial adalah :
a. Faktor personal
Faktor-faktor personal yang mempengaruhi pembentukan perilaku
prososial yaitu faktor kepribadian. Salah satu alasan mengapa orang-orang
tertentu yang mudah tergerak hatinya untuk bertindak prososial adalah faktor
kepribadian. Faturrochman (2006) salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku
prososial adalah individu yang mempunyai latar belakang kepribadian baik.
Dengan adanya kematangan emosi yang dimiliki oleh individu, maka akan
menghasilkan kepribadian yang baik. Individu yang mempunyai latar belakang
kepribadian yang baik, cenderung mempunyai orientasi sosial yang tinggi
sehingga lebih mudah memberi pertolongan, demikian juga orang yang memiliki
tanggung jawab sosial tinggi. Emosi sangat berpengaruh baik secara langsung
maupun tidak langsung terhadap kepribadian. Secara langsung, emosi
mempengaruhi fungsi fisik dan mental, suatu sikap, minat dan nilai-nilai individu.
Sementara efek tidak langsungnya berasal dari penilaian orang lain terhadap
individu yang berperilaku emosional, perlakuan yang diberikan dan hubungan
emosional yang dapat dibina dengan individu tersebut.
b. Faktor situasional
Penelitian Darley dan Latane (dalam Dayakisni dan Hudaniah, 2009)
menunjukkan bahwa orang akan lebih suka memberi pertolongan apabila mereka
sendirian, karena dalam situasi kebersamaan, seseorang mengalami kekaburan
tanggung jawab. Namun demikian, hal yang berbeda ditemukan Staub (dalam
Dayakisni dan Hudaniah, 2009) adalah justru individu yang berpasangan atau
bersama orang lain, lebih suka bertindak prososial dibanding bila individu seorang
diri. Sebab dengan kehadiran orang lain, akan mendorong individu untuk lebih
mematuhi norma-norma sosial yang dimotivasi oleh harapan untuk mendapat
pujian.
1). Pengorbanan yang harus dikeluarkan
Meskipun calon penolong tidak mengalami kekaburan tanggung jawab,
tetapi bila pengorbanan (misalnya: uang, tenaga, waktu, resiko terluka fisik)
diantisipasikan terlalu banyak, maka kecil kemungkinan bagi seseorang untuk
bertindak prososial. Sebaliknya kalau pengorbanan rendah dengan pengukuh kuat,
orang akan lebih siap memberi bantuan.
2). Pengalaman dan suasana hati
Seseorang akan lebih suka memberikan pertolongan pada orang lain, bila
sebelumnya mengalami kesuksesan, sedangkan pengalaman gagal akan
menguranginya. Demikian pula orang yang mengalami suasana hati yang gembira
akan lebih suka menolong. Sedangkan dalam suasana hati yang sedih, orang akan
kurang suka memberikan pertolongan, karena suasana hati dapat mempengaruhi
seseorang untuk membantu orang lain.
3). Kejelasan stimulus
Semakin jelas stimulus dari situasi darurat akan meningkatkan kesiapan
calon penolong untuk bereaksi. Sebaliknya situasi darurat yang sifatnya samar- samar akan membingungkan individu dan membuat individu ragu-ragu, sehingga
ada kemungkinan besar individu akan mengurungkan niatnya untuk memberikan
pertolongan.
4). Adanya norma-norma sosial
Norma sosial yang berkaitan dengan tindakan prososial adalah norma
resiprokal (timbal balik) dan norma tanggung jawab sosial. Biasanya dalam
masyarakat berlaku norma bahwa kita harus menolong orang yang membutuhkan
pertolongan. Masing-masing orang memiliki tanggung jawab sosial untuk
menolong mereka yang lemah.
5). Hubungan antara calon si penolong dengan yang ditolong
Makin jelas dan dekat hubungan antara calon penolong dengan calon
penerima bantuan akan memberi dorongan yang cukup besar pada diri calon
penolong untuk melakukan tindakan pertolongan. Kedekatan hubungan ini dapat
terjadi karena ada pertalian keluarga, kesamaan latar belakang atau ras.
Berdasarkan penjelasan di atas, perilaku prososial dipengaruhi oleh
beberapa faktor yaitu eksternal dan internal seperti faktor kehadiran orang lain,
pengorbanan yang harus dilakukan, pengalaman dan suasana hati, kejelasan
stimulus, adanya norma-norma sosial, hubungan antara calon si penolong dengan
yang ditolong, dan faktor kepribadian. Namun, ketika faktor situasional melemah,
faktor kepribadiaan akan lebih bisa meramalkan terjadinya tindakan prososial.
