Audit Manajemen (skripsi dan tesis)

Berbagai kebatasan yang dihadapi perusahaan, baik dalam
kepemilikan sumber daya informasi dan teknologi akan mempengaruhi
kemampuan perusahaan dalam mempertahankan pasar yang dikuasai.
Oleh karena itu, perusahaan harus membuat perencanaan yang tepat dalam
mengelola sumber daya yang dimiliki dalam mendukung kegiatan usaha
yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Perencanaaan yang dibuat mencakup keseluruhan operasional yang akan
dilakukan, baik pada operasi, volume produksi, promosi, pelayanan
pelanggan maupun konsumsi sumber daya. Perencanaan disusun secara
tepat dapat memberikan arah berjalannya operasi yang sesuai dengan
rencana yang efektif dan efisien mampu mencapai tujuan perusahaan.
Menurut (Bayangkara, 2015) Audit manajemen adalah evaluasi
terhadap efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan. Dalam konteks audit
manajemen, manajemen meliputi seluruh operasi internal perusahaan yang
harus dipertanggung jawabkan kepada berbagai pihak yang memiliki
wewenang yang lebih tinggi. Audit manajemen dirancang secara
sistematis unutk mengaudit efektivitas, program – program yang
diselenggarakan, atau sebagian dari entitas yang bisa di audit untuk
menilai dan melaporkan apakah sumber daya dan dana telah digunakan
secara efisien, serta apakah tujuan dari program dan efektivitas yang telah
direncanakan dapat tercapai dan tidak melanggar ketentuan aturan dan
kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan.
Sedangkan defnisi menurut (Arens, Mark, & Alvin A, 2008) adalah
“an operational audit evaluates the efficiency and effectiveness of any part
of an organization’s operating procedures and method”. Dapat diartikan
sebagai audit operational mengevaluasi efisiensi dan efektivitas dari setiap
bagian dari prosedur organisasi dan metode.
Menurut (Bayangkara, 2015) Tujuan dari audit manajemen adalah
untuk mengidentifikasi kegiatan, program dan efektivitas yang masih
memerlukan perbaikan, sehingga dengan rekomendasi yang di berikan
nantinya dapat dicapai perbaikan atas pengelolaan berbagai program dan
efentivitas pada perusahaan tersebut. Titik berat audit diarahkan terutama
pada berbagai objek audit yang diperkirakan dapat diperbaiki dimasa yang
akan datang, disamping juga mencegah kemungkinan terjadinya berbagai
kerugian.
Sedangkan Menurut (Mulyadi, Auditing, 2012, hal. 32) tujuan dari
pemeriksaan manajemen adalah:
1. Menilai kinerja atau prestasi. Menilai kinerja atau prestasi
manajemer dalam memimpin bawahan, apakah para
bawahannya benar- benar telah melaksanakan tugas mereka
secara efisien an efektif.
2. Mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan tujuan ini
digunakan untuk mengetahui bagian mana yang lebih
diutamakan untuk diadakan peningkatan agar perusahaan dapat
mencapai tujuan yang diinginkan.
3. Membuat rekomodasi untuk perbaikan atau tindakan lebih
lanjut. Pemeriksa memberikan peiijelasan pada manajer, bagian
atau fungsi mana yang memerlukan perbaikan dan berusaha
memberikan solusi untuk memperbaikinya.
Ruang lingkup audit manajemen menurut (Bayangkara, 2015) Audit
manejemen memiliki ruang lingkup yang lebih luas. Audit manajemen
dapat diarahkan terhadap berbagai bidang nonfinansial. Berbeda dengan
audit keuangan yang hanya memeriksa kesesuaian laporan keuangan
dalam periode waktu tertentu. Ruang lingkup audit manajemen meliputi
suatu program, fungsi atau kondisi keseluruhan dari suatu organisasi.
Periode audit juga bervariasi, dalam dan jangka waktu seta satu minggu,
beberapa bulan, satu tahun, bahkan beberapa tahun sesuai dengan tujuan
yang ingin dicapai. Audit Manajemen digunakan untuk mengevaluasi
suatu fungsi tertentu dalam mencapai atau menghendaki biaya yang paling
efisien dan efektif selama fungsi tersebut berjalan. Namun terdapat
perusahaan yang memandang perlu diadakan Audit Manajemen terhadap
organisasinya secara periodik guna memastikan bahwa organisasinya
berjalan dengan baik. Pembatasan fin up audit manajemen pada fungsi atau
bagian tertentu biasanya dilakukan mengingat terbatasnya dana yang
disediakan perusahaan untuk membiayai proses Audit. Oleh karena itu
dilakukan pemilihan objek yang diperiksa. Bagian organisasi yang paling
boros dalam menggunakan sumber daya sehingga menimbulkan kerugian
atau sebaliknya bagian yang paling berpeluang untuk meningkatkan
keuntungan perusahaan seringkali menjadi obyek Audit Manajemen.

Kebijakan Deviden (skripsi dan tesis)

Kebijakan deviden merupakan bagian yang tidak dapat dipisahan dengan keputusan pendanaan perusahaan. Secara definisi, kebijakan deviden adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk deviden atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi di masa yang akan datang. Menurut Zaki Baridwan (1993) deviden yang akan dibagikan oleh perusahaan dapat terbagi dalam beberapa jenis, yaitu: Dividen tunai (cash dividen), yaitu dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk uang tunai dan dikenai pajak pada tahun pengeluarannya. Dividen ini yang paling umum dan banyak digunakan dalam pembagian saham. Dividen saham (stock dividen), yaitu dividen yang dibagikan perusahaan kepada para pemegang saham dalam bentuk saham perusahaan sehingga jumlah saham perusahaan menjadi bertambah. Jadi, pemberian stock dividen ini dilakukan dengan cara mengubah sebagian laba ditahan (retained earnings) menjadi modal saham yang pada dasarnya tidak mengubah jumlah modal sendiri. Namun demikian cash flow perusahaan tidak terganggu karena perusahaan tidak perlu mengeluarkan uang tunai. Peristiwa ini dilakukan jika posisi kas perusahaan atau likuiditas diperlukan oleh perusahaan. Investor dalam hal ini akan memiliki lebih banyak saham tetapi laba per lembar saham lebih rendah. Proporsi pemilikan investor tidak mengalami perubahan

Strategi Pemasaran (skripsi dan tesis)

Menurut (Machfoedz, 2005:15) mengatakan bahwa “strategi pemasaran ialah pemikiran pemasaran yang merupakan alat bagi unit pemasaran untuk mencapai sasaran pemasaran. Strategi ini terdiri dari strategi-strategi khusus untuk pasar sasaran, bauran pemasaran, penetapan posisi pasar, dan tingkat pembiayaan pemasaran. Segmen-segmen tersebut membedakan kebutuhan dan keinginan, respon terhadap pemasaran, dan kemampulabaan”.

Fungsi Manajemen Pemasaran (skripsi dan tesis)

Menurut (Kotler & Keller, 2008:29-31) “menyatakan bahwa Fungsi manajemen pemasaran adalah sebagai berikut: 1. Mengembangkan strategi dan rencana pemasaran. 2. Menangkap pemahaman (atau gagasan) pemasaran. 3. Berhubungan dengan pelanggan 4. Membangun merek yang kuat 5. Membentuk penawar pasar 6. Menghantarkan nilai 7. Mengkomunikasikan nilai 8. Menciptakan pertumbuhan jangka panjang

Tujuan Pemasaran (skripsi dan tesis)

Menurut (Abdullah & Tantri, 2012:111) “tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan sasaran”. Namun, “mengenal pelanggan”tidaklah mudah. Para pelanggan mungkin saja menyatakan kebutuhan dan keinginan mereka sedemikian rupa, tetapi bertindak sebaliknya. Mereka mungkin tidak memahami motivasi mereka yang lebih dalam. Mereka mungkin bereaksi terhadap pengaruh-pengaruh yang mengubah pilihan mereka pada menit-menit terakhir”. Menurut (Sunarto, 2006:83) “tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan sasaran. Ilmu perilaku konsumen mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, serta memanfaatkan barang, jasa, dan gagasan untuk memuaskan kebutuhan mereka”.

Konsep Pemasaran (skripsi dan tesis)

Menurut (Kotler & Keller, 2008:20), “Konsep pemasaran muncul dari pertengahan Tahun 1950. Ahli-ahli memegang filosofi membuat dan menjual yang berpusat pada produk, bisnis beralih ke filosofi merasakan dan merespons yang berpusat pada pelanggan”. Tujuan pemasaran bukanlah mencari pelanggan yang tepat untuk produk anda. Melainkan menemukan produk yang tepat untuk pelanggan anda. Menurut Machfoedz, (2005:9) “Untuk memasarkan produk sebuah perusahaan di perlukan konsep pemasaran, ide untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen sebelum memproduksi barang atau jasayang dapat memnuhi kebutuhan tersebut. Konsep pemasaran berorientasi menciptakan rasa senang pada pihak konsumen dengan menawarkan nilai produk, barang dan jasa, yang mereka butuhkan”. Menurut Joseph P.Cannon dkk (2008:20) “Konsep pemasaran adalah ketika suatu organisasi memusatkan pelanggannya-secara menguntungkan”.Konsep pemasaran adalah suatu ide yang sederhana namun sangat penting.Terdapat beberapa elemen mengenai konsep pemasaran inti yaitu : 1. Pasar sasaran dan segmentasi 2. Tempat pasar, ruang pasar, dan metamarket 3. Pemasar dan calon pelanggan 4. Kebutuhan, keinginan, dan permintaan 5. Produk, tawaran, dan merek 6. Nilai dan kepuasan 7. Pertukaran dan transaksi 8. Relasional dan jaringan kerja 9. Saluran pemasaran 10. Rantai pasokan 11. Persaingan 12. Lingkungan pemasaran 13. Program pemasaran Konsep Pemasaran sendiri mencakup yaitu : Konsep konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global. 1) Konsep Produksi Konsep bagaimana supaya konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. 2) Konsep Produk Konsep dimana konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik 3) Konsep Penjualan Konsep yang menjadikan konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.diusahakan agar konsumen tertarik dengan produk yang di tawarkan. 4) Konsep Pemasaran konsep ini dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. 5) Konsep Pemasaran Sosial Merupakan bentuk dari tugas suatu organisasi yang menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien dari pada para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. 6) Konsep Pemasaran Global Konsep pemasaran Global dimaksudkan supaya seorang manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap.

Definisi Pemasaran (skripsi dan tesis)

Menurut Sunyoto, (2015:191) “Pemasaran (marketing) merupakan hal yang mendukung proses berkembangnya suatu perusahaan atas produk yang di hasilkan, fungsi dari pemasaran ini untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen yang harus dipuaskan oleh kegiatan manusia lain, yang menghasilkan alat pemuas kebutuhan, yang berupa barang maupun jasa”. Menurut (Kotler & Keller, 2008:5), “Pemasaran merupakan fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan memberi nilai pada pelanggan dan untuk mengelolah hubungan pelanggan dengan cara byang menguntungkan dan pemangku kepentingannya” Menurut Abdullah & Tantri, (2012:2),Pemasaran adalah proses kreasi dan realisasi sebuah standar hidup,pemasaran mencakup kegiatan: 1. Menyelidiki dan mengetahui apa yang diingat konsumen 2. Kemudian merencanakan dan mengembangkan sebuah produk atau jasa yang akan memenuhi keinginan tersebut 3. Dan kemudian memutuskan cara terbaik untuk menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk atau jasa tersebut. Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan proses yang berhubungan dengan kolega atau pelanggan yang bertujuan untuk mengenalkan/ menginformasikan suatu merek (brand) dan merupakan salah satu faktor yang mendukung berkembangnya suatu perusahaan

Definisi Manajemen (skripsi dan tesis)

Terry & Rue (2015:1) “Manajemen adalah suatu proses yang melihatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan organisional yang nyata”. Menurut James A.F. Stoner, dalam Fahmi (2011:12), Manajemen adalah proses perencanaan,pengorganisasian,pemimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaaan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengertian manajemen dari para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan Suatu proses perencanaan yang dapat menyelesaikan pekerjaan melalui kerja sama dengan orang lain yang memiliki kemampuan untuk melihat totalitas pada masing-masing bagian untuk mencapai tujuan bersama.

Tingkat Pengambilan Keputusan (skripsi dan tesis)

Menurut Schiffman dan Kanuk (2008:487) dalam rangkaian usaha yang berkisar yang paling tinggi sampai paling rendah, kita dapat membedakan tiga tingkat pengambilan keputusan spesifik, antara lain: 1. Pemecahan masalah yang luas Jika konsumen tidak mempunyai kriteria yang mapan untuk menilai kategori produk atau merek tertentu dalam kategori tersebut atau tidak membatasi jumlah merek yang akan mereka pertimbangkan menjadi rangkaian kecil yang dapat dikuasai, usaha pengambilan keputusan mereka dapat diklasifikasikan sebagai pemecahan masalah yang luas. Pada tingkat ini, konsumen membutuhkan berbagai informasi untuk menetapkan serangkaian kriteria guna menilai merek-merek tertentu dan banyak informasi yang sesuai mengenai setiap yang akan dipertimbangkan. 2. Pemecahan masalah yang terbatas. Pada tingkat pemecahan masalah ini, konsumen telah menetapkan kriteria dasar untuk menilai kategori produk dan berbagai merek dalam kategori tersebut. Tetapi, mereka belum sepenuhnya menetapkan pilihan terhadap kelompok merek tertentu. Pencarian informasi tambahan yang mereka lakukan lebih merupakan “penyesuaian sedikit-sedikit” mereka hars mengumpulkan informasi merek tambahan untuk melihat perbedaan di antara berbagai merek. 3. Perilaku sebagai respon yang rutin Pada tingkat ini, konsumen sudah mempunyai beberapa pengalaman mengenai kategori produk dan serangkaian kriteria yang ditetapkan dengan baik untuk menilai berbagai merek yang sedang mereka pertimbangkan. Dalam beberapa situasi, mereka mungkin mencari informasi tambahah; dalam situasi lain mereka hanya meninjau kembali apa yang sudah mereka ketahui.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian (skripsi dan tesis)

Menurut Tjiptono (2005:296), faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan adalah ikatan emosional yang terjalin antara pelanggan dan produsen setelah pelanggan menggunakan produk dan jasa dari perusahaan dan mendapati bahwa produk atau jasa tersebut memberi nilai tambah. Dimensi nilai terdiri dari 4, yaitu: 1. Nilai emosional, utilitas yang berasal dari perasaan atau afektif atau emosi positif yang ditimbulkan dari mengkonsumsi produk. Jika konsumen mengalami perasaan positif (positive feeling) pada saat membeli atau menggunakan suatu merek, maka merek tersebut memberikan nilai emosional. Pada intinya nilai emosional berhubungan dengan perasaan, yaitu perasaan positif apa yang akan dialami konsumen pada saat membeli produk. 2. Nilai sosial, utilitas yang didapat dari kemampuan produk untuk meningkatkan konsep diri-sosial konsumen. Nilai sosial merupakan nilai yang dianut oleh suatu konsumen, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh konsumen. 3. Nilai kualitas, utilitas yang didapat dari produk karena reduksi biaya jangka pendek dan biaya jangka panjang. 4. Nilai fungsional adalah nilai yang diperoleh dari atribut produk yang memberikan kegunaan (utility) fungsional kepada konsumen nilai ini berkaitan langsung denan fungsi yang diberikan oleh produk atau layanan kepada konsumen.

Peran dalam Pembelian (skripsi dan tesis)

Menurut Abdullah dan Tantri (2012:124), menjelaskan ada lima peran yang dimainkan orang dalam keputusan pembelian, antara lain: 1. Pencetus ide (initiator) merupakan orang yang pertama kali mengusulkan untuk membeli produk atau jasa tertentu. 2. Pemberi pengaruh (influence) merupakan orang yang pandangan atau pendapatnya memengaruhi keputusan pembelian. 3. Pengambil keputusan (decider) merupakan orang yang memutuskan setiap komponen dalam keputusan pembelian: apakah membeli, apa yang dibeli, bagaimana membeli, atau dimana membeli. 4. Pembeli (buyer) merupakan orang yang melakukan pembelian aktual. 5. Pemakai merupakan orang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa yang dibeli.

Pengertian Keputusan Pembelian (skripsi dan tesis)

Menurut Kotler & Amstrong (2001: 226), keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen benar-benar membeli. Menurut Hartiningtyas dan Assegaf dalam Marliza (2012:25) keputusan pembelian adalah semua pilihan yang mungkin untuk memecahkan persoalan itu dan menilai pilihan-pilihan secara sistematis dan obyektif serta sasaran-sasarannya yang menentukan keuntungan serta kerugiannya masing-masing. Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian merupakan tahap-tahap pengambilan keputusan dalam membeli dimana konsumen terlibat secara langsung dalam memilih, mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan.

Definisi Manajemen Risiko (skripsi dan tesis)

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur atau metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman dan merupakan suatu rangkaian aktifitas manusia termasuk : penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan  politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi). Pengertian manajemen risiko menurut beberapa ahli sebagai berikut : 1. Manajemen risiko sebagai suatu pendekatan yang komprehensif untuk menangani semua kejadian yang menimbulkan kerugian (Clough and Sears, 1994). 2. Manajemen risiko juga merupakan suatu aplikasi dari manajemen umum yang mencoba untuk mengidentifikasi, mengukur, dan menangani sebab dan akibat dari ketidakpastian pada sebuah organisasi (William, et.al., 1995, p.27).

Dimensi Jaringan Komunikasi (skripsi dan tesis)

Beberapa tahun terakhir ditandai dengan meningkatnya perhatian pada detail pekerjaan di suatu organisasi bisnis dan pola komunikasi dalam struktur tersebut. Oleh karena itu, dua daerah yang harus diperhatikan adalah kategori utama untuk mengklasifikasikan tujuan yang berbeda dari jaringan komunikasi organisasi dan peran masing-masing anggota dalam organisasi

Struktur Sistem Pengendalian Manajemen (skripsi dan tesis)

Struktur pengendalian manajemen dipusatkan pada berbagai macam
pusat pertanggungjawaban. Suatu pusat pertanggungjawaban dibentuk untuk
mencapai tujuan individual yang pada gilirannya diharapkan dapat membantu
pencapaian tujuan suatu organisasi sebagai suatu keseluruhan yang diputuskan dalam proses perencanaan strategik.
Menurut Mulyadi (2011:9) struktur sistem perencanaan dan pengendalian
manajemen sebagai berikut: “struktur sistem merupakan komponen-komponen yang berkaitan erat satu dengan yang lainnya, yang secara bersama-sama digunakan untuk mewujudkan tujuan sistem.”
Menurut mulyadi (2011:9) struktur sistem perencanaan dan pengendalian
manajemen terdiri atas tiga komponen sebagai berikut:
“1. Struktur organisasi
2. Jejaring organisasi
3. Sistem penghargaan”
Penjelasan secara rinci mengenai hal di atas sebagai berikut:
1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah komponen utama dalam struktur sistem
pengendalian manajemen.struktur organisasi merupakan sarana untuk
mendistribusikan kekuasaan yang diperlukan dalam memanfaatkan
berbagai sumber daya organisasi untuk mewujudkan tujuan organsasi.
Pada waktu organisasi menghadapi lingkungan stabil dan kompetisi tidak
begitu tajam, kekuasaan dalam organisasi terpusat ditangan manajemen
puncak, dan delegasi wewenang kepada manajemen tingkat bawah
dilaksanakan secara terbatas.Struktur yang sesuai dengan lingkungan
bisnis pada zaman itu adalah struktur organisasi fungsional hirarkhis.
Untuk menghadapi lingkungan bisnis turbulen (perubahan menjadi
konstan, pesat, radikal, serentak, dan pervasive), yang di dalamnya
customer memegang kendali bisnis (sehingga kompetisi memperebutkan
pilihan customer menjadi sangat tajam), diperlukan struktur organisasi
yang berorientasi kepada customer , yang secara cepat mampu merespon
kebutuhan customer, dan yang mendorong inovasi.
2. Jejaring Organisasi
Jejaring informasi dirancang untuk mempersatukan berbagai komponen
yang membentuk organisasi dan berbagai organisasi dalam
jejaringorganisasi (organization network) untuk kepentingan penyediaan
layanan bernilai tambah bagi customer.Teknologi informasi menjadi
pemampu (enabler) untuk membangun jejaring informasi yang
memungkinkan terjadinya hubungan yang berkualitas (quality
relationship) antar karyawan, antar manajer dengan manajer, antara
perusahaan dengan pemasok dan mitra bisnisnya, dan antara perusahaan
dengan customernya. Untuk menghadapi lingkungan bisnis stabil,
organisasi perusahaan mampu menghadapi perusahaan sendiri secara
independen, tanpa harus membangun jejaring organisasi dengan
organisasi lain. Untuk menghadpi lingkungan bisnis kompetitif dan
turbulen, organisasi harus kohesif-bersatusangat erat diantara manajemen
dan karyawan.Disamping itu, untuk menghadapi persaingan yang tajam,
organisasi harus berupa jejaring organisasi yang terpadu.Oleh karena itu,
kemapuan manajemen dalam membangun jejaring iformasi yang
menyatukan berbagai komponen jejaring organisasi merupakan penentu
keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya menghasilkan nilai
terbaik bagi customer.Untuk membangun struktur sistem pengendalian
manajemen yang sesuai dengan tuntuan lingkungan bisnis turbulen,
diperlukan jejaring informasi mengikat secara erat melalui hubungan
berkualitas.
3. Sistem Penghargaan
Komponen struktur sistem pengendalian manajemen yang ketiga adalah
sistem penghargaan, suatu sistem yang digunakan untuk
mendistribusikan penghargaan kepada personel organisasi.Pada waktu
organisasi hirarkis fungsional digunakan oleh perusahaan untuk
memasuki lingkungan bisnis stabil, penghargaan didistribusikan ke
manajemen puncak, karena merekalah yang running the business
perusahaan.Pada waktu lingkungan bisnis berubah menjadi turbulen,
manajemen puncak tidak lagi mampu menjalankan sendiri seluruh bisnis
perusahaan.Beban tanggungjawab untuk running the business perusahaan
perlu didistribusikan kepada karyawan.Timbullah kebutuhan untuk
memberdayakan karyawan dalam rangka membangun responsibilitybased organization suatu organisasi yang seluruh personelnya
(manajemen dan karyawan) bertanggungjawab atas beroperasi
perusahaan.Diperlukan sistem penghargaan yang tidak didasarkan pada
posisi (position-based reward), namun telah didasarkan pada kinerja
(performance-based reward).Disamping itu, kinerja personel tidak hanya
dinilai dari perspektif keuangan, namun lebih dari itu, perlu dinilai dari
berbagai perspektif non keuangan, sehingga kinerja personel bersifat
komperhensif.

Tujuan Manajemen Talenta (skripsi dan tesis)

Menurut Smilansky (2008) tujuan dari manajemen talenta
adalah:
1) Untuk mengambangkan tim unggul dalam organisasi dalam
menghadapi persaingan
2) Untuk memperoleh calon pengganti posisi kunci dalam
organisasi
3) Untuk memungkinkan saling pengisian antar resekutif bari
berbagai latar belakang fungsional, geografis, dan bisnis
sehingga dapat mengambangkan inovasi dan memanfaatkan
sebaik mungkin sumberdaya internal yang ada di organisasi
4) Untuk mengembangkan peluang peluang karir yang diperlukan
5) Untuk membengun budaya yang mampu mendorong eksekutif
terbaik menunjukan kinerjanya dipuncak potensinya
6) Untuk memastikan adanya peluang-peluang bagi karyawan
yang bertalenta untuk dapat meningkat dengan cepat
7) Agar dapat mempromisikan adanya keragaman eksekutif dalam
posisi kunci
8) Untuk merangcang proses asesmen yang hasilnya melebihi
perspektif manajer tersebut
9) Untuk membangun rasa memiliki perlunya karyawan terbaik

Nilai Perusahaan (skripsi dan tesis)

Nilai perusahaan merupakan kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan setelah melalui suatu proses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu sejak perusahaan tersebut didirikan sampai dengan saat ini. Masyarakat menilai dengan bersedia membeli saham perusahaan dengan harga tertentu sesuai dengan persepsi dan keyakinannya. Meningkatnya nilai perusahaan adalah sebuah prestasi, yang sesuai dengan keinginan para pemiliknya, karena dengan meningkatnya nilai perusahaan, maka kesejahteraan para pemilik juga akan meningkat (Sudiyatno,2010). Silveira dan Barros (2007) mendefinisikan nilai perusahaan sebagai apresiasi/penghargaan investor terhadap sebuah perusahaan. Nilai tersebut tercermin pada harga saham perusahaan. Investor yang menilai perusahaan memiliki prospek yang baik di masa depan akan cenderung membeli saham perusahaan tersebut. Akibatnya permintaan saham yang tinggi menyebabkan harga saham meningkat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa harga saham yang meningkat menunjukan bahwa investor memberikan nilai yang tinggi terhadap perusahaan. 7 8 Dengan meningkatnya harga saham pemegang saham akan mendapatkan keuntungan melalui capital gains. Aspek utama yang menyebabkan investor memberikan nilai lebih terhadap perusahaan adalah kinerja perusahan yang tercermin dalam angka laba. Secaca umum investor menilai laba yang tinggi menunjukan prospek yang baik di masa depan. Laba yang tinggi menunjukan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan perusahaan. Namun demikian, investor tidak semata-mata menilai angka laba yang dilaporkan perusahaan namun juga menilai bagaimana laba itu dilaporkan (secara prinsip akuntansi) dan bagaimana tata kelola perusahaan (corporate governance) sehingga dapat menghasilkan angka laba yang seperti tercantum dalam laporan keuangan (Nuraina, 2012). Apabila perusahaan diperkirakan sebagai perusahaan yang mempunyai prospek pada masa yang akan datang, maka nilai sahamnya menjadi tinggi. Sebaliknya, apabila perusahaan dinilai kurang memiliki prospek maka harga saham menjadi rendah (Usunariyah dalam Mardiyati dkk., 2012). Menurut Hasnawati (2005) nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Untuk mencapai nilai perusahaan umumnya para pemodal menyerahkan pengelolaannya kepada para profesional (Himatul, 2014).

Pengaruh regret aversion bias terhadap pengambilan keputusan investasi (skripsi dan tesis)

Experienced regret merupakan penyesalan yang ditimbulkan
akibat kesalahan di masa lalu akan mempengaruhi keputusan di masa
yang akan datang. Seorang investor yang mengalami kerugian di masa
lalu akan menimbulkan sikap konservatif sehingga akan
mempengaruhi keputusan investasi yang akan datang. Dalam
mengambil suatu keputusan investasi, para investor seringkali
berperilaku tidak rasional. Ada juga investor yang tidak terpengaruh
oleh experienced regret dalam pengambilan keputusan investasinya.
Semakin besar kerugian yang dialami, maka semakin besar pula
tingkat keberanian dalam mengambil risiko lebih besar.
Anticipated regret timbul apabila rencana investasi yang
dilakukan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Responden
dihadapkan pada rencana investasi yang hasil pilihan investasinya
tidak lebih baik dari hasil rencana investasi yang lain. Hal ini
menimbulkan penyesalan yang akan membuat seorang investor
menghindari konsekuensi yang timbul setelah mengambil keputusan
investasi yang salah. Tindakan untuk menghindari konsekuensi
tersebut disebut Anticipated regret. Ketidakpastian akan investasi di
masa depan memaksa para investor untuk melakukan analisis untuk
investasi yang akan dipilih dengan lebih cermat agar tidak terjadi
kerugian di masa yang akan datang.
Penelitian terdahulu tentang experienced regret yang
dilakukan oleh Kinnerson dan Bailey (2005), Loomies dan Sudgen
(1982) bahwa hasilnya adalah experienced regret berpengaruh
signifikan terhadap keputusan investasi. Selain itu, penelitian
terdahulu tentang anticipated regret yang dilakukan oleh Bell (1982)
serta Wong dan Kwong (2007) bahwa anticipated regret berpengaruh
signifikan terhadap keputusan investasi.
Dengan demikian diduga keputusan investasi yang akan
diambil oleh responden baik dari kelompok experienced regret
maupun anticipated regret akan berbeda secara signifikan jika kedua
regret tersebut berpengaruh terhadap keputusan investasi.

Fungsi Anggaran (skripsi dan tesis)

Anggaran merupakan bagian penting dari perencanaan yang berkelanjutan
bagi sebuah organisasi dalam rangka mencapai tujuan jangka panjangnya. Dimana suatu organisasi ini menggunakan anggaran untuk mengkomunikasikan informasi, mengkoordinasikan kerja dan penggunaan sumber daya, memotivasi karyawan, mengevaluasi kinerja, mengatur dan mencatat kas, dan sebagai alat pengendalian yaitu dijadikan sebagai pembanding untuk menganalisa kinerja. Fungsi anggaran (Dharmanegara, 2010:4), adalah :
1. Anggaran merupakan hasil akhir dari proses perencanan perusahaan.
Sebagai hasil negosiasi antar anggota organisasi yang dominan, anggaran
mencerminkan konsesus organisasional mengenai tujuan operasi untuk
masa depan.
2. Aggaran merupakan cetak biru perusahaan untuk bertindak, yang
mencerminkan prioritas manajemen dalam alokasi sumber daya organisasi.
3. Anggaran bertindak sebagai suatu alat komunikasi internal yang
menghubungkan beragam departemen atau divisi organisasi antara yang
satu dengan yang lainnya dan dengan manajemen puncak. Arus informasi
dari departemen ke departemen berfungsi untuk mengkoordinasikan dan
memfasilitasi aktivitas organisasi secara keseluruhan. Arus informasi dari
manajemen puncak ke tingkat organisasi yang lebih rendah mengandung
penjelasan operasional mengenai pencapaian atau deviasi anggaran.
4. Dengan menetapkan tujuan dalam kriteria kinerja yang dapat diukur,
anggaran berfungsi sebagai standar terhadap mana hasil operasi aktual dapat
dibandingkan. Hal ini merupakan dasar untuk mengevaluasi kinerja manajer
pusat biaya dan laba.
5. Anggaran berfungsi sebagai alat pengendalian yang memungkinkan
manajemen untuk menemukan bidang-bidang yang menjadi kekuatan atau
kelemahan perusahaan. Hal ini memungkinkan manajemen untuk
menentukan tindakan korektif yang tepat.
6. Anggaran mencoba untuk mempengaruhi dan memotivasi manajer maupun
karyawan untuk terus bertindak dengan cara yang konsisten dengan operasi
yang efektif dan efisien serta selaras dengan tujuan organisasi.
Mulyadi (2001:513) menjelaskan untuk menghasilkan anggaran yang dapat
berfungsi sebagai alat perencanaan dan sekaligus sebagai alat pengendalian,
penyusunan anggaran harus memenuhi sayarat sebagai berikut:
1. Partisipasi para manajer pusat pertangunggungjawaban dalam penyusunan
anggaran
2. Organisasi anggaran
3. Penggunaan informasi akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat pengirim peran dalam proses penyusunan anggaran dan sebagai pengukur kinerja dalam pelaksanaan anggaran.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan tersebut, keputusan yang
diambil oleh manajemen tingkat atas dan tingkat bawah dalam partisipasi anggaran harus menetapkan rencana kerja yang menjadi pedoman bagi anggota organisasi dalam bertindak, kemudian diarahkan sesuai dengan standar/tolak ukur manajemen yang baik untuk menjamin bahwa tujuan perusahaan dapat tercapai