Ada lima praktik pendukung yang harus diperhatikan perusahaan untuk
elemen pendukung dalam praktik TQM (Singh, et al. 2018) yaitu:
1. Kepemimpinan Perusahaan
Kepemimpinan menjadi proses untuk membangkitkan motivasi atau
semangat orang lain, yaitu dengan jalan memberikan inspirasi atau
mengilhami (Tjiptono & Diana, 2003). Kepemimpinan memilik kaitan
dengan Total Quality Management yaitu, bahwan kepemimpinan yang
dimana kemampuan untuk meningkatkan semangat pada individu lain
agar bersedia dan memiliki tanggung jawab total terhadap upaya untuk
mencapai tujuan organisasi.
2. Fokus pada Sumber Daya Manusia
Perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan pelatihan yang
dibutuhkan untuk seluruh anggota organisasi untuk meningkatkan skill
mereka berdasarkan tugas-tugas mereka. Apabila pelatihan tersebut
telah berjalan efektif maka dapat membawa kesuksean bagi perusahaan.
Jika karyawan diberi pelatihan untuk memproduksi suatu produk atau
jasa secara handal dan berkualitas tinggi, maka mereka akan lebih
bermanfaat dengan berpartisipasi penuh pada perusahaan. Tujuan dari
fokus sumber daya manusia antara lain untuk mengelola tenaga kerja
dan merancang pekerjaan sehingga para karyawan dapat dimanfaatkan
secara efektif dan efisien seperti didalam kendala keputusan manajemen
operasional dan memiliki mutu pekerjaan yang memadai yang hidup
didalam suasana komitmen yang saling menguntungkan dan
kepercayaan (Heizer & Render, 2015). Dalam organisasi yang
menerapkan TQM, pendidikan dan pelatihan merupakan faktor yang
sangat fundamental. Dengan menanamkan arti pentingnya belajar pada
karyawan perusahaan dapat meningkatkan keterampilan teknis maupun
keahlian professional mereka. Sehingga akan tercipta tenaga terampil
siap pakai yang mendukung dalam penyediaan produk-produk
berkualitas sesuai dengan permintaan pelanggan.
3. Manajemen Kualitas Pemasok
Supply Quality Management dalam Total Quality Management
mampu mengurangi dan mengerucutkan dalam mendukung dasar
pemasok bertujuan untuk memfasilitasi mengelola hubungan dengan
pemasok, menjalin kerja sama dengan pemasok, mengembangkan kerja
sama strategis dengan pemasok, beraliansi dengan pemasok untuk dapat
pemenuhan harapan, dan mengikutsertakan awal pemasok dalam proses
pengembangan produk untuk meniru kemampuan dan keterampilan
mereka. Manajemen kualitas pemasok berkaitan dengan manajemen
rantai pasokan yaitu memiliki tujuan untuk mengoordinasi kegiatan
dalam rantai pasokan untuk memaksimalkan keunggulan kompetitif dan
memiliki manfaat bagi kepuasan pelanggan dengan melakukan
kecermatan dalam memilih pemasok serta melakukan pengawasan
(Heizer & render, 2015).
4. Pengembangan dan Perencanaan Strategis
Sejak ditentukannya visi misi dari perusahaan maka bagaimana
upaya perusahaan untuk mewujudkan tujuan merupakan bagian dari
strategi inisiatif mengenai kualitas, peningkatan strategi kompetitif.
Adanya saran dari agar langkah strategis yang efektif sebagai yaitu
Misistrategi perencanaan menjadi cara yang akan digunakan, Tujuan
(Goals) suatu perusahaan untuk perkembangan perusahaan, memenuhi
kebutuhan untuk konsumen, strategi kualitas untuk mencapai semua
bidang organisasi dan kegiatan perusahaan. Perencanaan dan
pengembangan strategis dalam manajemen produksi berkaitan dengan
strategi proses dalam perusahaan merupakan sebuah pendekatan dari
organisasi untuk mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa
dengan memiliki tujuan untuk menciptakan sebuah proses yang bisa
menghasilkan produk yang memenuhi keinginan pelanggan yang sesuai
dengan biaya dan batasan manajerial lainnya (Heizer & Render, 2015).
Strategi ini merupakan perencanaan bisnis untuk memberikan nilai bagi
pelanggan termasuk karakteristik produk, cara penyampaian pelayanan
dan sebagainya.
5. Hubungan dan Kepuasan Pelanggan
Kebutuhan pelanggan internal dan pelanggan eksternal harus selalu
dipuaskan, baik dari segi produk, pelayanan, harga, keamanan, dan
ketepatan waktu. Menurut Hansler dan Brunell dalam M. N. Nasution
(2015), kepuasan pelanggan akan terjadi apabila pelayanan yang
diberikan sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan, namun yang
sering terjadi ialah ada kesenjangan diantara keduanya, sehingga
pelanggan sulit untuk merasa puas. Suatu produk yang dihasilkan baru
dapat dikatakan berkualitas apabila sesuai dengan keingnan pelanggan,
dengan demikian produk harus diproduksi dan pelayanan harus
diberikan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Dengan
berorientasi pada kepuasan pelanggan, perusahaan akan meningkatkan
kinerjanya dan meningkatkan kualitas produk dan pelayanannya secara
terus-menerus dan cepat tanggap terhadap kenginan pelanggan yang
selalu berubah.
