Definisi Burnout (skripsi dan tesis)

Istilah burnout sebenarnya diperkenalkan oleh Bradley pada tahun
1969, namun tokoh yang dianggap sebagai penemu dan penggagas istilah
burnout adalah Herbert Freudenberger yang menulis artikel tentang
fenomena burnout pada tahun 1974. Pada masa itu, Freudenberger yang
bekerja sebagai psikiater disalah satu klinik kecanduan obat di New York
melihat bahwa banyak tenaga sukarelawan yang semula bersemangat
melayani pasien kemudian mengalami penurunan motivasi dan komitmen
kerja yang disertai dengan gejala keletihan fisik dan mental secara
keseluruhan yang disebabkan oleh upaya yang berlebihan untuk mencapai
tujuan kerja yang tidak realistis dan merupakan akibat akhir dari stres kerja
(Dessler, 1992).
Pines dan Aronson (Hallman, 2003) pada tahun 1988 mendefinisikan
burnout sebagai kelelahan secara fisik, emosional dan mental yang
disebabkanketerlibatan jangka panjang dalam situasi yang penuh tuntutan
emosional. Pines dan Aronson juga menyebutkan, burnout dialami oleh
seseorang yang bekerja di sektor pelayanan sosial yang cukup lama. Pada
jenis pekerjaan tersebut, seseorang menghadapi tuntutan dari klien, tingkat
keberhasilan dari pekerjaan rendah, dan kurangnya penghargaan.
Burnout merupakan respon yang berkepanjangan terkait faktor
penyebab stres yang terus-menerus terjadi di tempat kerja di mana hasilnya
merupakan perpaduan antara pekerja dan pekerjaannya (Papalia, 2007).
King (Retno, Machmuroch, Priyatama, 2014) juga menerangkan bahwa
burnout adalah keadaan stres psikologi yang sangat berat pada seseorang
yang mengalami kelelahan emosional dan sedikit motivasi untuk bekerja.
Ivancevich (dalam Retno, Machmuroch & Priyatama, 2014)
menambahkan bahwa burnout adalah suatu proses psikologis pembawaan
stres kerja yang tidak hilang, menghasilkan kelelahan emosi, perubahan
kepribadian, dan perasaan penurunan pencapaian pribadi.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa
burnout merupakan suatu kondisi psikis negatif individu yang tampak dalam
perilakunya, ditandai dengan tingkat kelelahan yang ekstrim, kejenuhan
dan penurunan pencapaian prestasi diri, khususnya pada pekerjaan
pelayanan kemanusiaan (human services), akibat ketidakpuasan terhadap hasil
yang diperoleh serta adanya tekanan-tekanan yang diterima secara
eksternal ataupun internal yang bersifat psikologis.