Teori Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)

Kepuasan kerja sangat diperlukan bagi karyawan karena dengan adanya
kepuasan kerja karyawan dapat meningkatkan produktivitas. Adanya
ketidakpuasan kerja di antara karyawannya dapat menimbulkan hal-hal yang
tidak menguntungkan bagi perusahaan maupun bagi karyawan itu sendiri.
Wexley dan Yukl (1977) dalam Suhartoto (2005) mengemukakan tiga teori
tentang kepuasan kerja, yaitu :
1. Teori Ketidaksesuaian
Seseorang akan merasakan kepuasan kerja apabila tidak ada perbedaan
antara yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan, dalam hal ini
batas minimal kebutuhan telah terpenuhi. Jika kebutuhannya telah
terpenuhi di atas batas minimal maka seseorang akan merasa lebih puas.
Sebaliknya bila batas minimal kebutuhannya tidak terpenuhi maka
seseorang akan merasakan ketidakpuasan kerja.
2. Teori Keadilan
Seseorang akan merasa puas atau tidak puas tergantung apakah ia
merasakan adanya keadilan (equity) atau tidak atas suatu situasi yang
dialami dalam pekerjaan. Perasaan adil atau tidak adil diperoleh dengan
cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang dinilai sekelas,
jabatan sama dan masa kerja sama. Jika perbandingan itu dianggap cukup
adil maka ia merasa puas.
3. Teori Dua Faktor
Pada dasarnya kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja merupakan dua
hal yang berbeda. Menurut teori ini kepuasan dan ketidakpuasan bukan
merupakan titik yang berlawanan dengan satu titik netral pada pusatnya,
sepert pandangan teori sikap kerja konvensional, tetapi dua titik yang
berbeda. Salah satu faktor ketidakpuasan kerja tidak dapat mengubah
menjadi kepuasan tetapi hanya mengurangi ketidakpuasan.
Hezberg dalam Noor (2001) menyatakan bahwa hubungan seorang
individu dengan kerjanya merupakan hubungan dasar yang dapat
menentukan sukses tidaknya individu yang bersangkutan. Dikatakan pula
bahwa dalam bekerja ada faktor-faktor yang dapat menimbulkan
kepuasan atau sebaliknya yang disebutnya sebagai faktor motivasi dan
ada faktor-faktor yang tidak menyebabkan terjadinya kepuasan tetapi
hanya berfungsi sebagai faktor pemelihara kepuasan yang disebut faktor
higienis. Faktor-faktor tersebut adalah :
a. Faktor Motivasi : prestasi, pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung
jawab, kemajuan dan pertumbuhan
b. Faktor Higienis : kebijakan administrasi perusahaan, penyeliaan,
hubungan dengan penyelia, kondisi kerja, gaji, hubungan denga rekan
kerja, hubungan dengan bawahan, status dan keamanan.