Karakteristik Individu (skripsi dan tesis)

Karakteristik individu menurut Ratih Hurriyati (2015) merupakan
suatu proses psikologi yang mempengaruhi individu dalam memperoleh,
mengkonsumsi serta menerima barang dan jasa serta pengalaman
karakteristik individu merupakan faktor internal (interpersonal) yang
menggerakkan dan mempengaruhi perilaku individu.
Menurut Stonner dan Freeman (Saryathi, 2016) Karakteristik
individu adalah penjabaran dari sikap, minat, dan kebutuhan yang
dibawa oleh seseorang atau individu dalam melaksanakan kerja.
Karakteristik individu adalah perilaku atau karakter yang ada pada diri
seorang karyawan, baik positif maupun negatif (Thoha, 2014).
Karakteristik individu ini sangat beragam. Setiap perusahaan dapat
memilih karyawan yang mempunyai kriteria yang sesuai dengan apa
yang diinginkan perusahaan. Menurut Simamora (2017) karakteristik
individu dapat diidentifikasi melalui indikatorā€indikator berikut ini:
a. Keahlian yang terdiri atas pengetahuan kerja dan kepemilikan
sertifikat kompetensi. Keahlian teknis adalah keahlian pokok
pekerjaan dan kemampuan menerapkan teknik dan prosedur
mengenai bidang kegiatan tertentu.
b. Keahlian interaksi atau hubungan antarmanusia adalah keahlian
untuk bekerja sama dengan orang lain, mengenai pikiran dan
perasaan orang lain serta mampu merangsang dan mendorong orang
lain termasuk rekan sekerja.
c. Keahlian konseptual adalah keahlian mental dalam mendukung
seluruh kegiatan organisasi agar organisasi dapat mencapai tujuan.
d. Kemampuan adalah suatu kapasitas individu untuk melaksanakan
berbagai tugas dalam suatu pekerjaan yang terdiri dari kekuatan
fisik, dan kemampuan intelektual (Robbins, 2016). Kemampuan
fisik adalah kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan
tugasā€tugas yang menuntut stamina dan kecekatan.
e. Kemampuan intelektual adalah Analisis Karakteristik Individu,
Komitmen Organisasi Beban Kerja dan kemampuan untuk
menjalankan kegiatan mental (Robbins, 2016). Kemampuan
intelektual didapat dari tes IQ dan dari pendidikan formal.
f. Kebutuhan adalah jumlah keperluan baik yang dapat bersifat
fisiologis, psikologis, maupun sosiologis yaitu tingkat kebutuhan
pangan, sandang, papan, rohani, dan tingkat sosial.
g. Sikap adalah kesiapsiagaan mental yang dipelajari dan diorganisasi
melalui pengalaman dan memiliki pengaruh tertentu atas cara
tanggap terhadap objek dan situasi yang berhubungan dengannya
yaitu sikap dalam mendukung usaha pencapaian tujuan
organisasi.
Kepribadian individual melekat pada individu yang sifatnya dapat
berubah-ubah atau stabil. Kepribadian merupakan salah satukepribadian
individual yang bersifat stabil dari waktu ke waktu.
The big five factor merupakan konsep paling populer dalam
membagi dimensikepribadian. Istilah lain yang sering digunakan adalah
five factor model (FFM). Konsep ini paling sering digunakan dalam
berbagai penelitian tentang perilaku keorganisasian dan sering dikaitkan
dengan pencapain kinerja atau prestasi seseorang. Hasil penelitian
memang menunjukan bahwa dimensi tertentu dari kepribadian memiliki
pengaruh yang signifikan dan konsisten dengan prestasi seseorang, baik
dalam bekerja maupun dalam proses pembelajaran.
Stanton dan Matthews (2015) menyatakan bahwa konsep
kepribadian dapat digunakan untuk beberapa tujuan seperti: seleksi
karyawan atau mahasiswa, pengembangan kepribadian, team building,
penelitian tentang kepribadian, bimbingan karir dan proses
pembelajaran. Kepribadian openness to experience atau keterbukaan
terhadap pengalaman hidup antara lain penuh dengan ide baru, imajinasi
yang aktif, cerdik dan mendalam, suka refleksi diri, penasaran dengan
banyak hal, inovatif, dan artistik. Individu dengan openness to
experience yang rendah atau closed to experience memiliki kepribadian
yang berkebalikan dari karakter tersebut, seperti tidak inovatif, suka
sesuatu yang rutin, praktis, dan cenderung tertutup.